Jakarta, Purna Warta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bagi 3.100 pemuda di Kota Padang dan sekitarnya.
Program tersebut disiapkan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi melalui peningkatan kompetensi masyarakat di Sumatera Barat (Sumbar). Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat meresmikan sumur bor di Masjid Raya Balai Gadang, Kota Padang, Sumbar, Kamis (14/5/2026).
“Kalau 3.100 kurang, bisa diminta tambahan. Tetapi, habiskan dulu kuota pelatihannya sebanyak 3.100. Saya ingin anak-anak muda kita punya keterampilan, skill, kompetensi untuk bisa bersaing,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (15/5/2026).
Yassierli menjelaskan, kuota 3.100 peserta tersebut merupakan tahap pertama penerima akses pelatihan digital berbasis AI yang disiapkan Kemnaker.
Para peserta nantinya akan memperoleh akses ke platform pembelajaran berbasis AI yang menyediakan berbagai materi pengembangan kompetensi, mulai dari pengembangan diri, kewirausahaan, hingga keterampilan nonteknis dan keterampilan lain yang dibutuhkan di dunia kerja.
Melalui pelatihan berbasis AI, generasi muda Sumbar diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di dunia kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Yassierli juga menyampaikan bahwa Kemnaker telah mendirikan posko layanan bagi masyarakat selama tiga bulan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang saat Sumbar dilanda banjir dan tanah longsor.
Selain layanan darurat, Kemnaker turut menyalurkan program pemulihan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar senilai Rp 30,3 miliar melalui sejumlah program ketenagakerjaan, seperti program Padat Karya dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM).


