Jakarta, Purna Warta – Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Saudi.
“Alhamdulillah, seluruh fase keberangkatan jemaah haji Indonesia dari Tanah Air telah selesai,” kata Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Maria Assegaff, dalam siaran pers, Sabtu (23/5/2026).
Menurut laporan terbaru, sebanyak 527 kelompok terbang (kloter) dengan 202.551 jemaah dan 2.098 petugas telah tiba di Mekkah. Selain itu, 16.596 jemaah haji khusus juga sudah berada di Arab Saudi.
“Saat ini, seluruh layanan kami arahkan untuk memastikan kesiapan Armuzna,” ucap dia. Menurut dia, persiapan Armuzna meliputi penempatan tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, hingga penempatan petugas.
Kementerian Haji dan Umrah juga mengingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak memasang atribut atau penanda apa pun di tenda jemaah di Arafah dan Mina. Maria menegaskan, penempatan jemaah harus mengikuti pengaturan resmi agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
“Apabila petugas menemukan atribut atau identitas KBIHU yang terpasang di tenda Arafah maupun Mina, atribut tersebut akan langsung dicabut,” tegas dia.
Selain itu, pemerintah menyebut sekitar 145.341 jemaah telah membayar dam. Sebanyak 102.364 jemaah membayar dam di Arab Saudi melalui Adahi, sedangkan 38.992 jemaah membayar melalui mekanisme di Indonesia.
Menjelang puncak haji, jemaah diimbau menjaga kondisi kesehatan dengan mengurangi aktivitas berat, memperbanyak istirahat, serta menjaga makan dan minum. Jemaah juga diminta membawa barang seperlunya selama Armuzna, seperti dokumen identitas, obat pribadi, perlengkapan ibadah, masker, botol minum, dan perlengkapan kebersihan pribadi.


