Jakarta, Purna Warta – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sepakat memperkuat edukasi dan literasi masyarakat untuk mencegah praktik judi online.
Suyudi menjelaskan upaya tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi di lingkungan masyarakat, mulai dari tempat ibadah, sekolah, kampus, hingga pesantren.
Kapolri mengatakan, edukasi masyarakat menjadi salah satu fokus kerja sama Polri dan Muhammadiyah untuk mencegah berbagai tindak kejahatan.
Termasuk penyalahgunaan narkotika, judi daring, penipuan, kejahatan jalanan, aksi geng, hingga balap liar.
“Kami dan Muhammadiyah sudah sepakat akan bahu-membahu bersinergi di lapangan, bagaimana kita memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat, baik di tempat-tempat ibadah, sekolah-sekolah, kampus-kampus, maupun pesantren-pesantren,” ungkap Suyudi melalui keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).
Menurut Suyudi, kolaborasi tersebut sejalan dengan semangat amar makruf nahi mungkar, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah terjadinya kejahatan.
Ia menilai, Polri dan Muhammadiyah memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera.
“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas dukungan PP Muhammadiyah dan jajaran sampai ke pelosok-pelosok Nusantara bersama anggota Polri. Selama ini kita bisa bersinergi dan berkolaborasi dalam kegiatan dakwah maupun kegiatan umat di Indonesia,” ujar Suyudi.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyebut bahwa Polri dan Muhammadiyah memiliki kesamaan kepentingan karena sama-sama berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Apalagi Polri sekarang kan Polri untuk masyarakat, dan Muhammadiyah berada di masyarakat,” ujar Haedar.
Haedar mengatakan, pertemuan tersebut juga membahas pentingnya memperkuat daya tahan masyarakat agar tidak terjerumus dalam berbagai persoalan sosial, termasuk narkoba dan judi online.
Menurut dia, pencegahan persoalan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum.
Masyarakat juga perlu dibekali pemahaman dan ketahanan agar tidak mudah terlibat dalam aktivitas yang merugikan.
“Kami tadi bersepakat untuk meningkatkan daya tahan masyarakat agar tidak terjebak pada narkoba, pada judi online, maupun perjudian lain, bahkan lintah darat dan hal-hal lain yang merugikan hidup masyarakat,” katanya.


