IRGC: Perdamaian di Asia Barat Tidak Akan Terwujud Selama Israel Masih Ada

IRGC

Tehran, Purna Warta – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengecam keras pembunuhan dua komandan senior gerakan perlawanan Palestina Hamas di Jalur Gaza yang terkepung. IRGC memperingatkan bahwa kawasan Asia Barat tidak akan menikmati perdamaian maupun keamanan selama rezim Israel belum sepenuhnya disingkirkan.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Kamis (28/5), IRGC menyatakan bahwa kawasan tersebut “tidak akan merasakan perdamaian sampai rezim pembunuh anak-anak dan jahat ini dihapus dari muka bumi.”

IRGC mengutuk pembunuhan Mohammed Odeh, yang tewas bersama istri dan tiga anaknya dalam serangan udara Israel di Kota Gaza, serta Ezzeddin al-Haddad (Abu Suhaib), komandan senior Brigade Izz ad-Din al-Qassam yang telah berjuang melawan Israel selama hampir empat dekade.

Menurut pernyataan tersebut, kematian kedua tokoh itu “sekali lagi menyingkap watak predator dan jahat dari rezim Zionis.”

IRGC menegaskan bahwa pembunuhan para komandan tersebut tidak akan melemahkan perlawanan Palestina, melainkan justru memperkuat “kelanjutan perjuangan hingga pembebasan Palestina dan Al-Quds yang suci.”

Israel membunuh Mohammed Odeh, yang baru ditunjuk sebagai komandan sayap militer Hamas, dalam serangan udara besar-besaran di Kota Gaza. Hamas mengonfirmasi kematiannya pada hari Rabu dan menyebutnya sebagai salah satu tokoh penting dalam Brigade Al-Qassam.

Odeh baru beberapa hari menjabat posisi tersebut setelah pendahulunya, Ezzeddin al-Haddad, tewas dalam serangan Israel di lingkungan yang sama pada 15 Mei. Al-Haddad terbunuh bersama istrinya, putrinya, dan sejumlah orang lainnya.

Pernyataan IRGC juga mengkritik rencana perdamaian bagi wilayah Palestina yang diblokade, yang diumumkan awal tahun ini oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan menyebutnya tidak efektif dan merugikan.

“Rencana-rencana yang disebut sebagai perdamaian, yang dibicarakan oleh presiden Amerika yang jahat dan gemar berjudi itu, tidak lain hanyalah pembunuhan, pembantaian, dan teror,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

IRGC juga mengecam Amerika Serikat dan para sekutu Baratnya atas dukungan tanpa syarat yang mereka berikan kepada Israel.

Menurut pernyataan itu, rekam jejak tindakan Israel selama puluhan tahun “sekali lagi telah mengungkap kebenaran kepada seluruh dunia, khususnya kepada mereka yang mengklaim membela hak asasi manusia dan kebebasan bangsa-bangsa.”

Pada bagian akhir, IRGC menegaskan kembali dukungan penuh Iran terhadap poros perlawanan (Axis of Resistance) dan menekankan tekadnya untuk terus menghadapi pihak-pihak yang dianggap menduduki Al-Quds (Yerusalem).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *