Pandeglang, Purnawarta – Akibat curah hujan yang tinggi, volume air sungai di Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Pandeglang, Banten pun ikut naik. Bahkan, 2 jembatan ambruk akibat luapan air yang begitu besar.
Kepala Desa Rancapinang Epan Kusumana mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Senin (27/6) kemarin. Dia mengatakan jembatan putus terdapat di 2 kampung.
“Jembatan putus dua, di Kampung Surian sama Kampung Ciakar,” kata kepala Desa Rancapinang Epan Kusmana saat ditemui di lokasi, Rabu (29/6/2022).
Epan mengatakan fondasi jembatan di Kampung Surian memang sudah terkikis abrasi. Dia menambahkan, jembatan Kampung Surian merupakan akses utama menuju Kampung Cegog sehingga mengganggu perekonomian warga.
“Jadi ekonomi untuk Kampung Surian dan Kampung Cegog terputus,” ungkapnya.
Sementara jembatan di Kampung Ciakar tidak ambruk sepenuhnya. Saat ini jembatan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.
“Kampung Ciakar menggunakan roda dua bisa. Tapi, untuk roda empat nggak,” ungkapnya.
Warga sekitar, Irwan, mengatakan air sungai meluap juga terjadi tahun lalu. Saat itu, menurutnya, satu rumah rusak terbawa air.


