Indonesia Kecam Kekerasan Israel di Palestina, Dukung Kemerdekaan dan Rekonstruksi Gaza

Jakarta, Purna Warta – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela menyampaikan, pemerintah secara tegas menyatakan bahwa segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina tidak boleh dibiarkan atau dinormalisasi.

Nabyl menuturkan, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir telah memberikan respons pemerintah dalam pertemuan tingkat menteri tentang Yerusalem di Amman, Yordania pada 5 Agustus lalu.

“Pada pertemuan tersebut, Bapak Wakil Menteri Luar Negeri menyampaikan kecaman keras atas kekerasan warga Israel dan pelanggaran hukum internasional oleh Israel di wilayah Palestina, termasuk di wilayah Yerusalem Timur, di Masjid Al-Aqsa, dan juga di Tepi Barat yang tidak boleh dibiarkan dan dinormalisasi,” ujar Nabyl saat konferensi pers di Kantor Kemenlu, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).

Selain itu, kata Nabyl, Arrmanatha Nasir juga menyampaikan dukungan terhadap Hashemite Custodianship atas tempat suci di Yerusalem dan kemerdekaan Palestina berdasarkan hukum internasional, serta mengingatkan bahwa perjuangan kemerdekaan Palestina bukan hanya milik umat agama tertentu dan mengajak seluruh negara membangun koalisi besar untuk mendukung Palestina.

Presiden RI Prabowo Subianto disebut menempatkan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina sebagai prioritas politik luar negeri RI.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mengusulkan lima langkah konkret: membangun strategi berbasis persatuan; menegakkan hukum internasional dan putusan Mahkamah Internasional; memperluas pengakuan internasional terhadap Palestina; memperkuat perlindungan Masjid Al-Aqsa; serta mendukung rekonstruksi Gaza, persatuan Palestina, dan UNRWA.

Pertemuan itu menghasilkan joint statement yang menggarisbawahi hal-hal tersebut, penguatan institusi Palestina di Yerusalem, dan menolak tindakan unilateral pemindahan misi diplomatik ke Yerusalem sebagai pelanggaran hukum internasional.

Partisipasi Indonesia ditegaskan sebagai komitmen nasional untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *