Jakarta, Purna Warta – Gelombang protes terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terus berlanjut sepanjang pekan ini. Tagar dan kata kunci terkait, seperti ‘Gedung DPR’, bahkan menjadi trending topic di media sosial. Kemarahan publik mencapai puncaknya setelah aksi demonstrasi pada Kamis (28/8) berujung bentrokan yang memakan korban jiwa.
Baca juga: GOTO Sampaikan Duka Cita dan Beri Santunan ke Keluarga Korban Mitra Driver Gojek
Aksi yang menuntut pertanggungjawaban DPR ini memicu insiden tragis, di mana seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. Video insiden tersebut menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial, memicu kecaman keras dari masyarakat.
Hingga saat ini, di platform X (sebelumnya Twitter), kata kunci ‘Gedung DPR’ masih menduduki trending topic di Indonesia dengan lebih dari 80 ribu twit. Selain itu, tagar lain yang berkaitan juga bermunculan, termasuk #janganterprovokasi, #PolisiPembunuhRakyat, Bersuara, dan Kalian.
Berbagai ungkapan kekecewaan dan amarah membanjiri media sosial. Akun @jxxxxxxxxa menulis, “Kekacauan diawali dari gedung dpr, berlanjut kericuhan di jalanan, jatuhnya korban jiwa, ada yg dirawat dan ada yg meninggal, apakah budaya ini terus dilestarikan dan apakah perubahan itu memerlukan korban jiwa dan raga??”. Akun lain, @cxxxxxxxt, mengungkapkan kegeramannya dengan “1 gedung dpr isinya orang sakit jiwa semua anjing.”
Tidak hanya mengecam DPR, publik juga menyuarakan protes terhadap aparat kepolisian. Akun @txxxxxxh, misalnya, menyarankan, “Saran aja buat Polri, mending gabung sama warga kita bongkar gedung DPR.”
Ungkapan serupa datang dari @yxxxxxxxe yang menyoroti peran polisi dalam insiden tersebut: “#PolisiPembunuhRakyat yang harusnya kalian lawan itu mereka yang berada didalam gedung DPR. bukan rakyat yang tertindas. rakyat bayar pajak rakyat dibunuh scr membabi buta menggunakan alat2 yang dibeli dari pajak. oleh orang2 yang digaji dari uang rakyat. #dprbebannegara.”
Sebagai respons atas brutalitas yang terjadi, berbagai elemen masyarakat direncanakan akan kembali turun ke jalan hari ini, Jumat (29/8/2025). Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyerukan agar publik ikut serta dalam aksi massa untuk memprotes brutalitas Brimob.
Titik aksi terpusat rencananya akan berada di Markas Besar Kepolisian RI, Jakarta Selatan, pada pukul 13.00 WIB. Aksi serupa juga akan digelar di berbagai daerah, di mana mahasiswa akan berdemonstrasi di depan kantor polda masing-masing.


