Jakarta, Purna Warta – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI mengadakan pertemuan untuk menyerap aspirasi dari Poros Pelajar Nasional, sebuah gabungan dari berbagai organisasi pelajar. Pertemuan ini membahas beragam isu, mulai dari dunia pelajar, isu nasional, hingga lingkungan.
Baca juga: QRIS dan BI-Fast Jadi Kedaulatan Sistem Pembayaran Digital Indonesia
Beberapa organisasi yang tergabung dalam Poros Pelajar Nasional meliputi Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Pelajar Putri NU, Ikatan Pelajar NU, Ikatan Pelajar Persis, Ikatan Pelajar Putri Persis, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan Ikatan Pelajar Al-Washliyah.
Ketua Fraksi PAN DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya atas kedatangan para pelajar. Ia menjamin bahwa semua aspirasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti.
“Kami percaya suara anak muda menentukan masa depan Indonesia. PAN lahir dari semangat Reformasi, dan dialog seperti ini penting untuk memastikan aspirasi pelajar ditindaklanjuti,” ujar Putri.
Lebih lanjut, Putri menjelaskan bahwa PAN juga berfokus pada isu lingkungan, sejalan dengan aspirasi yang disampaikan para pelajar. “Isu lingkungan, kami menyuarakan pentingnya generasi muda untuk cinta ke lingkungan kita seperti memilah sampah sehingga zero waste, mudah mudahkan ikhtiar kecil ini untuk bumi kita, jadi warisan untuk generasi masa depan yang hijau, dan asri,” ucap Putri.
Ia juga menegaskan komitmen fraksinya untuk mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan pada isu-isu pendidikan, lingkungan, serta keterlibatan generasi muda. “Kritik dari pelajar adalah energi positif agar DPR semakin transparan dan aspiratif. Kami percaya suara anak muda menentukan masa depan Indonesia,” jelas Putri.
“PAN siap menjadi rumah bagi generasi muda untuk bersama mewujudkan Indonesia yang lebih adil, hijau, dan demokratis,” sambungnya. Putri juga menyampaikan permohonan maaf jika ada tindakan dari fraksinya yang tidak berkenan. “Dari lubuk hati terdalam saya minta maaf, tapi tidak berhenti di maaf saja, melainkan aksi nyata. Kami harus transparan, aspiratif, dan terbuka terhadap kritik,” ungkap Putri.
Dalam audiensi tersebut, Ikatan Pelajar Putri NU, Qotrun Nada, menyampaikan bahwa isu pelajar tidak hanya sebatas politik, tetapi juga mencakup pendidikan, lingkungan, dan kehidupan masyarakat kecil. “Perlunya tokoh perempuan dengan pendekatan keibuan untuk menguatkan isu pendidikan di ruang publik,” kata Nada.
Baca juga: Profesor Ditantang Mengajar di TK oleh Mendikdasmen
Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Riandy Prawita Putra, menambahkan beberapa poin aspirasi, termasuk perlunya pendampingan bagi keluarga korban aksi beberapa waktu lalu dan program beasiswa yang lebih tepat sasaran.
“Menyoroti beberapa hal diantaranya pendampingan dari Fraksi PAN untuk korban aksi, termasuk Affan dan keluarganya. Kemudian, beasiswa pendidikan yang lebih tepat sasaran, serta perhatian terhadap kegiatan belajar mengajar di Lapas Anak serta perluasan program pojok baca di seluruh Indonesia,” pungkasnya.


