Jakarta, Purna Warta – Wakil Ketua Umum Demokrat Dede Yusuf mengungkapkan, para pimpinan partai politik sudah bertemu untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu, termasuk ambang batas parlemen.
Dede menyebutkan, berdasarkan pertemuan itu, angka ambang batas parlemen 4 persen atau 5 persen menjadi opsi yang paling kuat dalam pembahasan RUU Pemilu.
“Setahu saya, memang komunikasi antara ketua-ketua partai sudah terjadi. Pertemuan-pertemuan di luar itu saya enggak tahu, ya, tetapi pada dasarnya memang ada beberapa opsi,” kata Dede saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (15/9/2026).
“Nah, memang angka 4 atau 5 persen ini yang paling kuat. Tetapi saya belum tahu, kalau sudah diputuskan atau belum. Kalau 7 persen mungkin terlalu tinggi. 4 persen atau 5 persen,” lanjut Dede.
Namun, Dede menegaskan bahwa angka tersebut belum diputuskan, dan angka 4 persen atau 5 persen itu hanya dianggap sebagai pilihan rasional untuk digunakan sebagai ambang batas parlemen.
“Saya pikir ini sesuatu yang masih sangat masuk di dalam rasio kita. Karena di beberapa negara pun juga menggunakan angka yang sama,” kata dia.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu pun menegaskan bahwa pembahasan RUU Pemilu masih berfokus pada penyusunan sejumlah opsi dengan mempertimbangkan berbagai masukan.
“Kita ini kan sebenarnya kita membuat opsi. Opsi jika melaksanakan keputusan MK. Lalu opsi masukan-masukan dari civil society, akademisi, dan opsi jika kita menggunakan DPR versi lama,” ungkap Dede.
“Kita blend in kan, lalu kemudian itulah yang disampaikan kepada para ketua umum partai,” ujar dia.


