Bakom RI Akan Pelajari Pengaruh Algoritma dan AI terhadap Komunikasi Presiden

Jakarta, Purna Warta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengatakan, pihaknya akan mendalami perkembangan algoritma dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam komunikasi pemerintah.

Baca juga: Kepala BGN Minta Pemda dan Forkopimda Rutin Sidak Dapur MBG

Langkah itu dilakukan karena Syahganda menilai perkembangan teknologi digital dan AI kerap mendistorsi pemikiran yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat.

“Ini yang kita memang coba nanti melengkapi dengan itu. Bagaimana tidak didistorsi. Jadi, pikiran-pikiran Presiden menurut saya selama ini banyak didistorsi. Distorsi oleh kekuatan AI itu, digital itu,” ujar Syahganda kepada wartawan, Jumat (2/10/2026).

Syahganda mengatakan, Bakom akan berupaya mengoptimalkan cara penyampaian pesan Presiden kepada masyarakat di tengah perkembangan teknologi.

Menurut dia, tantangan komunikasi ke depan bukan hanya berasal dari manusia, tetapi juga dari teknologi AI yang semakin berkembang.

“Ya, tentu kita akan berusaha mengoptimalkan,” ujar Syahganda.

Karena itu, Syahganda mengatakan bahwa Bakom berencana membentuk tim khusus untuk mempelajari pengaruh algoritma terhadap komunikasi Presiden dengan masyarakat.

“Mungkin kita akan mengembangkan satu kelompok apa tim khusus mempelajari bagaimana algoritma itu bisa merusak atau memberi jarak antara pikiran-pikiran Presiden dengan masyarakat,” katanya.

Baca juga: Survei: 73,8 Persen Pengemudi Ojol Gabung karena Tak Dapat Pekerjaan Formal

Syahganda menambahkan, Bakom akan mengombinasikan strategi komunikasi yang selama ini berjalan dengan perkembangan teknologi.

Sebelumnya, Syahganda mengatakan hal yang paling sulit ditangkap masyarakat dari Presiden Prabowo adalah pemikirannya.

“Ya, karena yang paling susah ditangkap oleh rakyat itu adalah pikiran Presiden. Program oke, kemudian orang melihatnya, tapi pikiran,” kata Syahganda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *