Bakom: Akun Medsos Sebaiknya Berbasis KTP dan Nomor Ponsel untuk Kurangi Hoaks

Jakarta, Purna Warta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Qodari mewacanakan penggunaan KTP dan nomor ponsel sebagai dasar dalam pembuatan akun media sosial.

Wacana tersebut disampaikan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi akun anonim yang kerap digunakan untuk menyebarkan berita bohong atau hoaks melalui media sosial.

Hal tersebut disampaikan Qodari seusai menghadiri acara Forum Koordinasi Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

“Jadi ya cara menurunkan hoax itu adalah dengan mengurangi akun anonim. Nah agar tidak anonim, maka sebetulnya akun media sosial itu sebaiknya ada dasar, misalnya nomor HP gitu ya, atau KTP. Sama dengan sekarang ini kan nomor-nomor HP kita kan ada alas identitasnya kan,” ungkap Qodari.

Ia menjelaskan, penerapan identitas sudah lebih dahulu dilakukan ketika seseorang mendaftarkan nomor ponsel baru untuk mengurangi penipuan dan penyebaran informasi yang tidak benar.

“Kita tahu juga sekarang lewat media sosial juga banyak penipuan, baik investasi, atau misalnya love scam dan seterusnya. Jadi intinya sih saya percaya bahwa kalau anonimitas itu kita buat tidak anonim, ya, maka kemudian hoax itu akan berkurang,” tuturnya.

Kendati demikian, Qodari mengakui bahwa penerapan identitas dalam pembuatan akun media sosial masih perlu dipikirkan dan dipertimbangkan mekanismenya. Qodari memastikan bahwa disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) merupakan salah satu persoalan yang harus dihadapi bersama.

“Intinya sih DFK adalah musuh kita bersama. Pers itu kawan, media sosial itu kawan, tapi DFK pasti lawan, pasti musuh karena kan sesuai dengan namanya dia kan hoaks dan fitnah ya, tidak sesuai fakta,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *