Purna Warta – Hubungan antara Iran dan Korea Utara kembali menunjukkan intensitasnya.
Dilaporkan, utusan khusus Kementerian Luar Negeri Korea Utara melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam rangka membahas perkembangan situasi geopolitik kawasan.
Hubungan kedua negara sendiri bukanlah hal baru. Secara historis, Teheran dan Pyongyang dikenal memiliki kerja sama yang erat di berbagai sektor strategis, termasuk pertahanan dan teknologi, sejak dekade 1980-an.
Pertemuan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan blok Barat terhadap negara-negara yang berada di luar orbit geopolitik Amerika Serikat. Dalam konteks ini, komunikasi intensif antara Iran dan Korea Utara dipandang sebagai bagian dari konsolidasi kekuatan non-Barat.
Sementara itu, dinamika di Semenanjung Korea menunjukkan kontras yang tajam. Korea Selatan terus memperkuat aliansi militernya dengan Amerika Serikat, termasuk dalam isu keamanan regional dan konflik global yang lebih luas.
Pertemuan Teheran–Pyongyang ini mengirimkan pesan strategis: di tengah tekanan dan isolasi, poros negara-negara yang menolak dominasi Barat justru semakin memperkuat koordinasi mereka.


