
PurnaWarta – Swiss memamerkan drone (UAV) pengintai Hermes 900 HFE atau yang dikenal dengan sebutan Armaments Dispatch 2015 (ADS 15), di Emmen, Kamis (8/9). Selain dihadiri media, gelaran ini dipantau para ahli dari Armasuisse (lembaga pengadaan barang/jasa pertahanan) dan Angkatan Bersenjata Swiss.(REUTERS/Arnd Wiegmann
Drone buatan perusahaan Israel Elbit System ini diklaim modern dan berkinerja tinggi. Alutsista tersebut diproyeksikan akan menggantikan sistem ADS 95 yang sudah uzur. (REUTERS/Arnd Wiegmann)
Swiss membeli enam UAV senilai US$290 juta (Rp4,3 triliun) pada 2015 untuk menggantikan Ranger ADS-95 yang dinonaktifkan setelah 20 tahun beroperasi. Dua unit ADS 15 tahap awal sudah tiba dan suskes mendapat sertifikasi dari Armasuisse. (REUTERS/Arnd Wiegmann)
Alutsista ini memiliki lebar sayap 17 meter dan berat 1,6 ton serta mampu mengangkut 450 kg bobot tambahan. ADS 15 juga memiliki kemampuan terbang maksimum 24 jam non-stop dengan kecepatan maksimum 260 km/jam. (REUTERS/Arnd Wiegmann)
Kolonel Walser dari Komando Pasukan Gabungan Swiss tak menutup peluang memakai misil udara ke darat meski perundangan Swiss melarangnya. (REUTERS/Arnd Wiegmann)






