Beijing, Purna Warta – Dalam laporan nasional terbarunya tentang implementasi Perjanjian Non-Proliferasi (NPT), Kementerian Luar Negeri China menekankan bahwa Amerika Serikat harus menunjukkan “ketulusan” yang lebih besar dalam upaya menyelesaikan isu nuklir Iran.
Laporan tersebut merinci kebijakan nuklir Beijing, termasuk doktrin “tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu”, sambil menyoroti kemajuan negara tersebut dalam perlucutan senjata nuklir.
Sebagian dari dokumen tersebut dengan jelas mengidentifikasi Amerika Serikat sebagai penyebab utama kebuntuan saat ini dalam kasus nuklir Iran, dengan menyebutkan penarikan Washington pada tahun 2018 dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) sebagai “akar penyebab” ketegangan yang sedang berlangsung.
Lebih lanjut, China mengulangi kritik sebelumnya terhadap serangan militer yang dilakukan oleh AS dan rezim Zionis terhadap Iran. Beijing menggambarkan serangan itu sebagai “pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tujuan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.”


