
PurnaWarta – The Dolmen of Guadalperal, sebuah monumen megalitik yang muncul karena kekeringan di bendungan Valdecañas di El Gordo, Spanyol, Sabtu (13/8). Itu terjadi setelah tiga gelombang panas dan sedikit hujan yang dimulai pada awal tahun usai musim dingin terkering kedua dalam 60 tahun. (Foto AP/Manu Fernandez)
Monumen megalitik berusia 7.000 tahun itu muncul pertama kalinya setelah 50 tahun menghilang di bawah air pada 2019 akibat kekeringan. Satelit Landsat 8 milik NASA mengungkap ketinggian air sangat rendah di Reservoir Valdecañas. (AP Photo/Manu Fernandez)
Peninggalan arkeologis itu yang kadang disebut sebagai “Stonehenge-nya Spanyol” itu berbentuk lingkaran besar yang terdiri dari sekitar 150 batu dengan posisi berdiri, beberapa di antaranya memiliki tinggi lebih dari 1,8 meter, yang membentuk formasi oval terbuka. (AP Photo/Manu Fernandez)
Para arkeolog berspekulasi bahwa struktur itu dibangun pada milenium ke-4 atau ke-5 SM, atau ribuan tahun lebih tua dari Stonehenge di Inggris. Megalit misterius itu juga kemungkinan pernah menopang tudung batu besar yang menutupi ruang untuk keperluan ritual. (AP Photo/Manu Fernandez)
Sebuah batu yang sangat besar (menhir) menjadi pintu masuknya. Ambang batas berbatu ini diukir dengan sosok manusia di satu sisi, dan simbol berlekuk-lekuk di sisi lain yang bisa mewakili ular atau Sungai Tagus. Jika jalur air benar-benar digambarkan, itu bisa menjadikan batu itu salah satu peta tertua di Eropa, tulis NASA di situs Earth Observatory. (AP Photo/Manu Fernandez)






