
PurnaWarta – Katak beracun Oophaga lehmanni, yang terancam punah karena perdagangan satwa liar ilegal, diselamatkan oleh aliansi ilmuwan dan LSM lingkungan di Kolombia yang sudah melakukan penyelidikan dan eksperimen bertahun-tahun. (Photo by Paola MAFLA / AFP)
Caranya, tim peneliti mengembangbiakkan 29 spesimen katak dengan harapan untuk menyelamatkannya dari kepunahan dan meningkatkan populasinya. (Photo by Paola MAFLA / AFP)
Teknik ini sukses. Tim kemudian melepasliarkan 29 spesimen katak warna-warni ini di wilayah Pasifik, Kolombia. (Photo by Paola MAFLA / AFP)
Marco Antonio Suarez, Direktur Jenderal Korporasi Otonomi Valle del Cauca (CVC) mengatakan langkah ini berawal dari ide bahwa “sebentar lagi akan ada lebih banyak katak kecil dari 29 [katak] pertama ini, dan sekarang kami dapat memberi tahu dunia bahwa mereka (katak) tidak dalam bahaya kepunahan”. (Photo by Paola MAFLA / AFP)
Namun demikian, ia menyayangkan masih banyak perdagangan ilegal katak ini, terutama di pasar Eropa yang menjualnya dengan harga yang cukup tinggi, hanya karena alasan ingin menyimpannya di akuarium sebagai hiasan. (Photo by Paola MAFLA / AFP)






