
PurnaWarta – Lumba-lumba Guyana berenang di Teluk Guanabara, Rio de Janeiro, Brasil, Jumat (15/7) (AP Photo/Silvia Izquierdo)
Laboratory of Aquatic Mammals and Bioindicators, mengambil foto lumba-lumba Guyana di Teluk Guanabara, di Rio de Janeiro. (AP Photo/Silvia Izquierdo)
Para peneliti mengatakan kelompok lumba-lumba yang terlihat di Teluk Guanabara menunjukkan tanda-tanda pemulihan, di mana sebelumnya manusia membuat polusi di lepas pantai Rio dan menangkap ikan secara berlebihan yang menghabiskan sumber makanan bagi lumba-lumba. (AP Photo/Silvia Izquierdo)
Ahli biologi Mariana Barbosa (28) dari Maqua atau Laboratory of Aquatic Mammals and Bioindicators, mencatat suara lumba-lumba Guyana. Pada tahun 80-an populasi lumba-lumba Guyana diperkirakan mencapai 400 ekor dan sekarang pada tahun 2022, hampir tidak lebih dari 30 ekor. (AP Photo/Silvia Izquierdo)
Sekelompok peneliti dan ilmuwan bekerja untuk menyelamatkan makhluk-makhluk itu dari kepunahan dan meningkatkan jumlah mereka kembali. (AP Photo/Silvia Izquierdo)






