
PurnaWarta – Sungai Danube yang surut gegara kekeringan parah sampai-sampai membuat puluhan bangkai kapal perang bekas pasukan Nazi Jerman di Perang Dunia II yang berada di dasar sungai besar itu terlihat dari daratan. (REUTERS/Fedja Grulovic)
Puluhan bangkai kapal itu terlihat masih mengandung berton-ton amunisi dan bahan peledak yang menimbulkan ancaman keamanan bagi kapal-kapal yang melintas di sungai itu. (REUTERS/Fedja Grulovic)
Beberapa kapal masih memiliki menara, jembatan komando, tiang rusak dan lambung bengkok, sementara yang lain sebagian besar terendam di bawah gundukan pasir. (REUTERS/Fedja Grulovic)
Puluhan kapal itu termasuk di antara ratusan kapal yang ditenggelamkan di sepanjang Sungai Danube oleh armada Laut Hitam Nazi pada 1944 saat mereka mundur menjauhi pasukan Uni Soviet. (REUTERS/Fedja Grulovic)
Akibatnya, hingga kini ratusan bangkai kapal perang tersebut kerap menghambat aliran air sungai terutama kala permukaan air rendah. Tak hanya di Serbia, kekeringan parah selama berbulan-bulan dengan suhu mencapai rekor tertinggi juga mengganggu lalu lintas sungai di arteri vital bagian lain Eropa termasuk Jerman, Italia, dan Prancis. Pihak berwenang Serbia terpaksa melakukan pengerukan untuk menjaga jalur navigasi di Sungai Danube agar tetap terbuka. (REUTERS/Fedja Grulovic)






