[KARIKATUR] – Rencana Iran Untuk Keamanan Kawasan Asia Barat

Ali Larijani, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran, dalam perjalanan luar negeri pertamanya setelah memulai tugas, melakukan kunjungan ke Irak dan Lebanon.” Tujuan utama perjalanan ini adalah memperkuat kerja sama keamanan dan politik serta menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan independensi kawasan Asia Barat. Di Baghdad, Larijani bertemu dan berdialog dengan perdana menteri serta pejabat tinggi keamanan Irak.

Poros utama pembicaraan adalah penandatanganan nota kesepahaman keamanan untuk mengendalikan perbatasan dan mencegah penyalahgunaan wilayah kedua negara oleh kelompok asing; langkah yang dalam konteks perkembangan terbaru kawasan memiliki arti penting khusus.

Di Beirut, ia bertemu dengan presiden, perdana menteri, ketua parlemen, serta para pemimpin arus politik Lebanon. Dalam pertemuan tersebut, ditegaskan dukungan Iran terhadap kemerdekaan dan persatuan nasional Lebanon serta penolakan terhadap setiap bentuk campur tangan asing dalam urusan internal negara ini. Selain itu ditegaskan secara terbuka sikap Republik Islam Iran dalam mendukung arus perlawanan dan menolak tekanan asing untuk melucuti senjata Hizbullah.

Perjalanan tiga hari ini berlangsung dalam kondisi di mana kawasan Asia Barat masih menghadapi tantangan keamanan besar, termasuk dampak perang terbaru Iran dan rezim Israel, tekanan internasional terhadap pemerintah Lebanon untuk membatasi perlawanan, serta kebutuhan menjaga kerja sama perbatasan dan keamanan di Irak.

Rangkaian perkembangan ini menunjukkan bahwa kawasan berada pada tahap sensitif dan hanya melalui dialog konstruktif serta kerja sama erat antarnegara di kawasanlah stabilitas berkelanjutan dapat dicapai.

Kini, setelah Larijani kembali ke Teheran, ia membahas rencana Iran untuk kawasan, yaitu keamanan berkelanjutan Asia Barat, dan membandingkannya dengan pedoman Amerika.

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Republik Islam Iran, dalam wawancara dengan mengacu pada perjalanannya ke Beirut dan Baghdad, berkata,“Sesungguhnya strategi Republik Islam dalam keamanan nasional adalah memperhatikan masalah-masalah kawasan.

Ada satu teori yang menyatakan bahwa Amerika dan Israel saat ini dengan jelas mengatakan bahwa mereka menginginkan perdamaian melalui kekuatan. Artinya kita harus menyerah atau harus berperang, dan hasil pemikiran ini adalah kekacauan kawasan. Contoh nyatanya dapat dilihat di Suriah.

Teori kedua menyatakan bahwa kita ingin mencapai keamanan berkelanjutan dengan partisipasi negara-negara, di mana semua negara kuat. Teori ini yang diikuti Iran; dengan teori ini perilaku Republik Islam memiliki makna lain, bukan merusak kawasan melainkan mengejar stabilitas.

Contoh teori ini adalah perjanjian keamanan yang baru saja kami tandatangani dengan Irak. Dalam perjanjian ini kami berusaha menciptakan ruang keamanan yang stabil bersama-sama.”

Ia juga menyinggung suasana keamanan kawasan saat ini dibandingkan dua dekade lalu serta perang Israel dan Amerika terhadap Iran, dengan menambahkan, “Dari satu sudut pandang, peristiwa ini adalah bagian dari satu rantai, yakni perilaku mereka selalu berupa menciptakan kerusuhan di kawasan.

Orang-orang Amerika selalu bersembunyi di balik masalah dan tindakan di kawasan, namun kali ini mereka sendiri yang turun langsung ke lapangan.”

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran menegaskan bahwa salah satu hasil dari peristiwa terbaru ini adalah bahwa musuh beranggapan negara-negara Islam, karena perbedaan atau sikap konservatif mereka, tidak akan berpihak pada Iran dan Iran akan terisolasi.

Ia menrgaskan,“Namun, negara-negara Islam, baik pemerintah maupun rakyatnya, justru berdiri di belakang Iran. Tentu saja, orang-orang Eropa berpihak pada Amerika dan Israel.

Mengenai cara pasukan bersenjata Iran menghadapi musuh yang mengira mereka memiliki kemampuan pertahanan terbesar, tetapi hujan rudal Iran di pertengahan perang benar-benar membuat mereka kebingungan.

Strategi dan jenis gerakan militer Iran dalam menghadapi Israel adalah sebuah pencapaian. Tentu, kami juga memiliki kelemahan. Masalah infiltrasi musuh di dalam Iran adalah isu serius.

Kami memiliki kelemahan yang menyakitkan di beberapa bagian, tetapi juga memiliki kekuatan dan harus memperhatikan bagian-bagian yang berpengaruh tersebut.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *