Brasilia, Purna Warta – Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada Senin mengatakan bahwa rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan biaya besar pada kapal yang transit di Selat Hormuz akan mengubah Amerika Serikat menjadi negara “bajak laut”.
Trump sebelumnya berjanji untuk menerapkan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di selat tersebut dan mengenakan retribusi sebesar 20 persen untuk semua kargo yang dikirim melalui Hormuz sebagai upaya untuk menjaga jalur perairan sempit tersebut tetap terbuka, AFP melaporkan.
Teheran mulai memblokir saluran utama pengiriman minyak bumi setelah AS dan Israel melancarkan serangan pada akhir Februari.
Berbicara di sebuah acara publik di negara bagian Sao Paulo, Lula berkata: “Presiden Trump menulis tweet bahwa dia akan membuka blokir Selat Hormuz. Namun untuk setiap kapal yang dibuka blokirnya, setiap kapal yang dikeluarkan dari selat tersebut, pemilik minyak harus membayarnya 20 persen.
“Dulu ini dianggap pembajakan,” kata Lula.
“Negara besar seperti Amerika Serikat, yang saya yakini telah lama berjuang melawan pembajakan, kini tidak bisa menjadi bajak laut,” tambahnya, sambil memperingatkan bahwa konflik tersebut telah menaikkan harga bahan pangan pokok di Brazil termasuk kacang-kacangan, beras, tomat dan bawang, serta bahan bakar.
Pemimpin veteran sayap kiri Brasil berusia 80 tahun itu mengincar masa jabatan keempat sebagai presiden pada pemilu Oktober.
Pemerintahannya mengumumkan serangkaian tindakan sementara untuk membatasi kenaikan harga bahan bakar setelah perang melawan Iran menyebabkan harga minyak global melonjak.
Lula mengatakan pendapatan dari pajak ekspor minyak mentah sebesar 12 persen yang diberlakukan pada bulan Maret digunakan untuk mengurangi dampak kenaikan harga.


