Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan, membangun perdamaian, stabilitas, dan ketenangan di kawasan Teluk Persia merupakan kebijakan resmi dan jelas Republik Islam.
Dalam wawancara mendetail dengan Asharq Al-Awsat yang dipublikasikan Selasa malam, Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi menekankan bahwa menutup Selat Hormuz bukanlah sikap resmi Iran.
Menurutnya, Kebijakan resmi kami sepenuhnya jelas.
Kami menginginkan perdamaian, stabilitas, dan ketenangan di kawasan Teluk Persia yang penting ini.
Menurut laporan Pars Today, Araghchi menambahkan, Iran, seperti Arab Saudi dan negara-negara lain di kawasan ini, adalah produsen dan eksportir minyak.
Perekonomian kami sangat bergantung pada ekspor minyak. Wajar jika kami menginginkan Teluk Persia yang menjunjung tinggi perdamaian.
“Peristiwa terkini yang terjadi di Gaza, Lebanon, Suriah, dan serangan terhadap Iran telah menunjukkan kepada seluruh kawasan siapa musuh utama mereka.
Entitas yang mengancam semua orang dan ingin seluruh kawasan menjadi lemah dan terpecah belah adalah rezim Zionis,” tegasnya.


