[KARIKATUR] – Dulu disebut Sapi Perah Sekarang Trump Sebut Arab Saudi Sekutu Utama Non NATO

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, pada Rabu dalam “Forum Investasi Amerika–Arab Saudi” di Washington D.C. mengatakan bahwa Arab Saudi adalah sekutu utama non-NATO bagi AS dan bahwa Washington berniat menjual sejumlah persenjataan terbesar kepada Riyadh.

Baca juga: [KARIKATUR] – AS adalah Pemasok Utama Bahan Bakar Pesawat Militer Zionis Israel

Padahal, Trump pada masa jabatan pertamanya pernah menyebut Arab Saudi sebagai “sapi perah” dan mengatakan bahwa ia berniat memerah mereka sebanyak mungkin.

Menurut Parstoday, para pengguna X menilai pengakuan Amerika terhadap Riyadh sebagai sekutu utama non-NATO merupakan bentuk penipuan lain Washington.
Seorang pengguna bernama Tara menulis:“Amerika secara resmi menyatakan Arab Saudi sebagai sekutu utama non-NATO.

Bukankah ini negara yang dulu disebut sapi perah? Tapi begitu urusan minyak dan kepentingan Amerika muncul, sapi perah itu tiba-tiba disebut sekutu.”

Mah Peyman menambahkan:“Sambutan besar untuk bin Salman dan janji penjualan F-35 hanya untuk membujuk Saudi agar bergabung dalam Perjanjian Abraham.”
Amir menulis:“Arab Saudi harus sadar bahwa senjata Amerika hanya bekerja untuk kepentingan Amerika, titik.”

Yahya Mahdavi menulis:“Apakah para penguasa Arab berani mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan kepentingan Amerika dan Israel? Amerika mengorbankan semua demi kepentingannya sendiri.”

Hosna Sharifi berkata:“Penyambutan besar Trump dengan pengawal kehormatan, pasukan berkuda, dan jet tempur akhirnya jelas—untuk mengisi kas Trump dan menguras sapi perah ini.”

Hatam menulis:“Bin Salman menghamburkan uang negara untuk Trump dan menyerahkan ribuan warga Palestina kepada algojo Zionis, karena Trump adalah mitra kejahatan Israel di Gaza.”

Hooman menilai Riyadh telah menyerah kepada Washington dan bahwa biaya menyerah lebih besar daripada biaya perlawanan.

Baca juga: [KARIKATUR] – Trump dan Troika Eropa Bekerjasama Menghancurkan Perjanjian Kairo

Mon’im Hamed menulis:“Trump menggunakan Arab Saudi untuk menyuntikkan satu triliun dolar ke Departemen Keuangan AS dan menghidupkan industri militer tua Amerika.”

Terakhir, Hussein Fasihi menulis:“Arab Saudi bergantung pada penjahat abad ini. Trump menganggap Riyadh hanya sebagai sapi perah. Tidak lebih.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *