Meski Uni Eropa berupaya memperketat sanksi, Rusia menunjukkan ketahanan. Moskow telah mengalihkan ekspor minyaknya ke Asia, terutama ke China, India, dan Turki, serta mengoperasikan “armada bayangan” berisi lebih dari 1.100 kapal tanker guna menghindari mekanisme pelacakan dan asuransi dari Barat.
Taktik ini memungkinkan Rusia mempertahankan aliran pendapatan minyaknya meski dihadapkan pada batas harga dan embargo.
Faktanya, meskipun ketergantungan total UE terhadap minyak Rusia telah turun menjadi hanya 3%, pengiriman melalui pipa ke Slovakia dan Hongaria masih tetap berjalan.
Dan meskipun impor gas UE dari Rusia turun dari 45% pada 2021 menjadi 19% pada 2023, angka itu justru naik kembali sebesar 18% pada 2024 menurut lembaga think tank energi Ember.
Rusia telah mengecam usulan UE untuk menurunkan batas harga lebih lanjut.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat mengguncang pasar energi global, dan para pejabat Moskow mengancam akan mengurangi pasokan minyak lebih lanjut jika batas harga diperketat.


