Leonid Lozhenko, Ketua Dewan Bisnis Rusia–Iran, dalam sesi ke-22 Dewan Kerja Sama Bisnis Internasional Kamar Dagang Negara-negara di Kawasan Laut Kaspia, menyatakan: “Di Dewan Bisnis Rusia Iran, kami tengah menjalankan kerja sama bilateral berdasarkan rencana strategis, dan pengembangan hubungan di bidang teknologi baru, telekomunikasi, kedokteran, serta khususnya keamanan siber, merupakan prioritas utama kami.”
Baca juga: [KARIKATUR] – Hampir 60 persen warga amerika serikat tidak setuju dengan kebijakan ekonomi trump
Menurut laporan Pars Today yang dikutip dari kantor berita IRIB, Lozhenko menekankan pentingnya peningkatan volume perdagangan bilateral dan menambahkan: “Sebagian besar ekspor Rusia ke Iran mencakup biji-bijian, kayu, biji-bijian minyak, bahan kimia, aluminium, batu bara, dan produk besi, sementara ekspor Iran ke Rusia terdiri dari suku cadang, produk energi, keramik, semen, dan barang-barang pertanian. Sekitar 60 persen dari total perdagangan kedua negara terdiri dari produk pertanian.”
Ia juga menyampaikan bahwa perwakilan dari Kementerian Perindustrian, Ekonomi, dan Pertanian Rusia serta sejumlah bank dari kedua negara hadir dalam pertemuan ini. Lozhenko menambahkan bahwa saat ini lebih dari 80 persen volume transaksi perdagangan antara Iran dan Rusia dilakukan dengan mata uang rial dan rubel, yang merupakan langkah besar menuju kemandirian finansial dan pengurangan ketergantungan terhadap mata uang pihak ketiga.
Sementara itu, Dmitry Kurochkin, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Federasi Rusia, menekankan posisi strategis kawasan Laut Kaspia dalam tatanan ekonomi dunia yang baru. Ia menyatakan bahwa Laut Kaspia, dengan kekayaan sumber daya energinya, jalur transit yang penting, dan posisi geoekonomi yang unik, dapat menjadi salah satu pusat utama pertumbuhan ekonomi dunia. Kurochkin menjelaskan bahwa Koridor Internasional Utara–Selatan berpotensi menjadikan kawasan Laut Kaspia sebagai jalur transit multimoda untuk transportasi global dan menciptakan dasar bagi peningkatan pertukaran antara Iran, Rusia, Azerbaijan, Kazakhstan, dan Turkmenistan.
Lebih lanjut, Kurochkin menyoroti meningkatnya minat para pengusaha Rusia terhadap pasar Iran. Menurutnya, Iran memiliki potensi besar di bidang pertanian, teknologi, dan energi. Penandatanganan nota kesepahaman perdagangan bebas antara Iran dan Uni Ekonomi Eurasia serta keanggotaan Teheran dalam kelompok BRICS telah membuka prospek baru bagi kerja sama sektor swasta kedua negara.
Ia juga menambahkan bahwa volume interaksi ekonomi antara negara-negara di kawasan Laut Kaspia telah meningkat sebesar 80 persen dalam dua tahun terakhir, dan koordinasi yang lebih baik di bidang kepabeanan, logistik, dan infrastruktur dapat menjadikan kawasan Kaspia sebagai salah satu poros utama pertumbuhan dan stabilitas ekonomi di Eurasia. Kurochkin menegaskan bahwa interaksi ekonomi antara negara-negara di kawasan Kaspia harus berlanjut sebagai rantai yang solid dan terpadu, agar dapat mengarah pada pertumbuhan berkelanjutan, peningkatan investasi, dan perluasan kerja sama teknologi.


