Yaman Kecam Kecenderungan Utusan PBB terhadap Israel dan Kebungkaman atas Kekejaman di Gaza

Shanaa, Purna Warta – Kementerian Luar Negeri Yaman di Sana’a mengecam keras Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, dan mengecamnya atas bias terang-terangan yang memihak Israel dan mengabaikan kekejaman Israel yang sedang berlangsung di Gaza.

Baca juga: 150 Warga Palestina Tewas saat Gaza Alami Hari Paling Berdarah dalam 3 Bulan

Kementerian Luar Negeri Yaman mengecam pernyataan terbaru yang dikaitkan dengan utusan PBB tersebut terkait situasi di Laut Merah.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa pernyataan utusan tersebut mencerminkan kurangnya netralitas dan mengabaikan akar penyebab meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa perwakilan PBB sengaja mengabaikan kekejaman genosida yang dilakukan oleh rezim Israel di Gaza—kejahatan yang terjadi secara terbuka di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pernyataan tersebut menuduh utusan tersebut mengeluarkan deklarasi yang tidak seimbang dan parsial.

Pernyataan tersebut lebih lanjut mengkritik pejabat PBB tersebut karena tetap diam dalam menghadapi agresi Israel terhadap warga sipil dan infrastruktur perkotaan di Yaman.

Kementerian Luar Negeri Yaman menegaskan kembali pendiriannya tentang keamanan dan kebebasan navigasi di Laut Merah.

Kementerian tersebut mengklarifikasi bahwa pembatasan maritim di wilayah tersebut hanya menargetkan kapal-kapal Israel.

Baca juga: Israel Bersikeras Pertahankan Pasukan di Gaza Selatan, Sebuah Pukulan bagi Perundingan Gencatan Senjata

Kementerian tersebut menekankan bahwa pembatasan ini diberlakukan hanya setelah komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa gagal menghentikan serangan Israel atau mencabut pengepungan di Gaza—lebih dari 21 bulan setelah krisis terjadi.

Pernyataan tersebut menyatakan bahwa tujuan pemblokiran pengiriman Israel adalah untuk menekan rezim tersebut agar mengakhiri agresinya, mencabut blokade, dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *