Perusahaan Minyak Yaman Bereaksi terhadap Kebohongan Koalisi Agresor

Perusahaan Minyak Yaman Bereaksi terhadap Kebohongan Koalisi Agresor

Sana’a, Purna Warta Perusahaan Minyak Yaman bereaksi terhadap kebohongan koalisi agresor Saudi dalam 24 jam terakhir.

Perusahaan Minyak Yaman melaporkan bahwa jumlah kapal pembawa bahan bakar yang dirilis tahun lalu mencapai 19 kapal. Dua di antaranya adalah kapal pengangkut bensin yang membawa total 57.871 ton bensin. Dan juga 10 kapal pengangkut solar, total sebanyak 198.983 ton solar. Dan 7 kapal mengangkut bahan bakar untuk sektor swasta dan tiga kapal mengangkut bahan bakar yang dibutuhkan untuk keperluan umum.

Baca Juga : Koalisi Saudi Akui Kemenangan Baru Pasukan Sana’a di Ma’rib

Perusahaan tersebut dalam pernyataannya, menambahkan: Kapal bernama CARPE DIEM yang kabarnya sudah diizinkan masuk ke Pelabuhan Al-Hudaidah itu membawa 21.282 ton solar milik salah satu pabrik swasta, dan sudah 42 hari berlalu sejak penyitaannya. Dan ada beberapa kapal lain yang sudah lama ditahan.

Perusahaan Minyak Yaman menekankan bahwa terus menyesatkan opini publik dan menggunakan kebohongan tidak akan mengubah apa pun tentang kenyataan pengepungan dan pembajakan kapal pengangkut bahan bakar.

Menurut perusahaan ini, fakta bahwa semua provinsi Yaman menghadapi krisis membuktikan bahwa koalisi agresor bertanggung jawab atas semua masalah yang disebabkan oleh kekurangan bahan bakar di berbagai bagian Yaman.

Perusahaan ini menambahkan bahwa kurangnya peran PBB menambah dimensi baru pada kasus PBB, yang memainkan peran lemah dalam menangani Yaman dengan memihak negara-negara anggota koalisi agresor.

Baca Juga : Ladang Gas Baru Ditemukan di Suriah

Dalam hal ini, Essam Al-Mutawakil, juru bicara Perusahaan Minyak Yaman, mengatakan: Perusahaan ini dapat memasok produk minyak semua orang Yaman di semua provinsi hanya jika pengepungan pelabuhan Al-Hudaidah dicabut.

Al-Mutawakil mengatakan kepada Al-Masirah bahwa pada tahun 2021, koalisi agresor hanya mengizinkan lima kapal yang membawa produk minyak memasuki Yaman, yang tidak dapat memenuhi kebutuhan rakyat Yaman.

Dia menambahkan: Produk minyak bumi tidak dipasok di perlintasan darat karena meningkatnya krisis dan konflik tentara bayaran di wilayah pendudukan.

Dia mengatakan: Sebuah kapal diperiksa di Djibouti dan mampu memperoleh izin PBB dan harus tiba dalam waktu 24 jam, tetapi kami khawatir kapal itu akan diserang oleh agresor.

Baca Juga : Koalisi Saudi Bombardir Tentara Bayaran UEA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *