Sana’a, Purna Warta – Sumber berita melaporkan Selasa pagi (14/6), Pasukan koalisi Saudi melanggar gencatan senjata Yaman 153 kali dalam 24 jam terakhir.
Menurut jaringan berita Yaman Al-Masirah, pasukan Saudi melanggar gencatan senjata PBB dengan melakukan penerbangan pengintaian di atas provinsi Ma’rib, Hajjah, Al-Jawf, Taiz, Sa’dah, Dhali dan Bayda, dan di sepanjang front perbatasan.
Baca Juga : 3956 Orang Tewas dan Terluka Akibat Bom Cluster Sejak Awal Agresi
Menurut laporan itu, pesawat pengintai bersenjata koalisi Saudi menargetkan rumah-rumah penduduk dan posisi pasukan Yaman tiga kali di daerah Pir Pasha, Al-Barh dan Asifareh di provinsi Taiz.
Pasukan koalisi Saudi juga menargetkan posisi tentara Yaman dan komite populer di provinsi Ma’rib, Taiz, Jizan, Hajjah, Sa’dah dan Dhali dengan serangan artileri berat, roket dan mortir.
Gencatan senjata Yaman, yang telah berulang kali dilanggar oleh koalisi agresor Saudi, akhirnya diperpanjang selama dua bulan pada Kamis lalu, menyusul perundingan PBB untuk memperbaruinya.
Sebelumnya, Mehdi al-Mashat, ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, mengatakan bahwa gencatan senjata Yaman hampir hilang karena pelanggaran berulang oleh koalisi Saudi.
Baca Juga : Tentara Suriah Berpatroli di Posisi Teroris di Pinggiran Idlib dan Hama
Pada tanggal 26 Maret 2015, Arab Saudi melancarkan serangan besar-besaran terhadap Yaman, negara Arab termiskin, dalam bentuk koalisi beberapa negara Arab, termasuk Uni Emirat Arab, dengan bantuan dan lampu hijau dari Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.
Bertentangan dengan harapan Saudi, serangan mereka menghantam kubu perlawanan rakyat Yaman, dan setelah tujuh tahun stabilitas dan serangan balik Yaman yang menyakitkan jauh ke dalam wilayah Saudi, khususnya fasilitas Aramco, Riyadh terpaksa menerima gencatan senjata dengan harapan dapat keluar dari rawa perang Yaman.


