Israel Ancam Bunuh Sayyid Abdul Malik Al-Houthi

Sana’a, Purna Warta – Menteri rezim Zionis Israel secara terbuka mengancam akan membunuh Sayyid Abdul Malik Badruddin Al-Houthi, pemimpin Gerakan Ansarullah Yaman.

Dilansir dari surat kabar Rai Al-Youm, Eli Cohen, Menteri Energi rezim Zionis Israel, dalam ancaman terbukanya menyatakan: “Saya ingin menyampaikan pesan kepada pemimpin Houthi, bahwa jika ia melanjutkan tindakannya, ia akan menghadapi nasib yang sama seperti Yahya Al-Sinwar, mantan pemimpin Hamas, dan Sayyid Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Gerakan Hizbullah.”

Ia menambahkan: “Kami telah bertindak di Gaza dan Lebanon berdasarkan sistem dan strategi yang jelas. Sekarang, kami fokus pada Yaman dan Iran. Perlu saya katakan, jika Iran tidak dilukai, ketidakstabilan di Timur Tengah akan terus berlanjut.”

Rezim Zionis Israel sebelumnya mengklaim telah membunuh Yahya Al-Sinwar pada 16 Oktober lalu, dan Sayyid Hassan Nasrallah pada 27 September.

Para pejabat Zionis Israel, termasuk Perdana Menterinya, Benjamin Netanyahu dan Menteri Perang Israel Katz, sebelumnya telah berjanji untuk menargetkan para pemimpin Gerakan Ansarullah Yaman sebagai tanggapan atas serangan rudal dan drone yang diluncurkan gerakan ini ke wilayah pendudukan. Namun, kondisi di Yaman berbeda dari wilayah lain di mana rezim Zionis Israel melakukan agresinya.

Tel Aviv saat ini tidak mampu menghadapi serangan Gerakan Ansarullah Yaman atau menargetkan para pemimpin gerakan ini akibat kelemahan intelijen.

Selama lebih dari satu tahun terakhir, militer Yaman telah mendukung perlawanan rakyat Palestina di Jalur Gaza dalam kerangka operasi Badai Al-Aqsa dengan menargetkan beberapa kapal Zionis Israel atau kapal-kapal yang menuju wilayah pendudukan di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb.

Selama periode ini, militer Yaman juga berhasil melancarkan beberapa serangan rudal dan drone ke wilayah pendudukan, terutama Tel Aviv.

Pasukan militer Yaman telah berkomitmen untuk melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal milik rezim Zionis Israel atau kapal yang menuju wilayah pendudukan di Laut Merah, selama rezim Zionis Israel tidak menghentikan serangannya ke Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *