Yaman, Iran, Irak Dan Lebanon Memperingati Peringatan Hari Kesyahidan Sayyid Hasan Nasrullah

Yaman Sayyid Hasan Nasrullah

Purna Warta – Para pejabat dan ulama Yaman memperingati warisan Sayyid Hasan Nasrullah, menegaskan bahwa kepemimpinannya telah mengubah kawasan tersebut melalui perlawanan terhadap hegemoni pada hari Minggu.

Berbicara pada acara utama peringatan dua tahun kesyahidan Sayyid Hasan Nasrullah di Sanaa, cendekiawan agama Fuad Naji, anggota Asosiasi Cendekiawan Yaman, mengatakan bahwa Sayyid Hasan Nasrullah adalah “orang pertama yang mengubah persamaan dan mencatat kemenangan atas Israel.”

Ia menambahkan bahwa pemimpin Hizbullah itu “adalah jantung dari poros dan katup pengaman kawasan ketika ia menghadapi kejahatan abad ini dan masih menjadi mimpi buruk bagi Zionis hingga kini.”

 

Sayyid Hasan Nasrullah: Sosok Simbol Islam Yang Melampaui Batasan Geografis

Cendekiawan tersebut mengatakan bahwa penggambaran terbaik mengenai mendiang Sayyid Hasan Nasrullah datang dari Sayyid Abdul Malik al-Houthi, yang menjulukinya sebagai “Syahid Islam dan kemanusiaan” sebuah julukan yang dinilai sepadan dengan sosoknya. Ia juga menyebut mendiang pemimpin Hizbullah itu sebagai “sosok simbol Islam yang tidak dibatasi geografi” dan “bukti nyata bahwa agama dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan.”

“Sayyid Nasrullah adalah sosok yang tampil ke depan untuk menentang proyek Timur Tengah Baru” ujar Naji, seraya menegaskan bahwa rakyat Yaman “tidak akan melupakan sikapnya yang berpihak kepada kami di saat pihak lain justru meninggalkan kami.”

“Generasi kami tidak akan melupakannya.”

Naji lebih lanjut menyatakan bahwa “darah syahid Nasrullah dan rekannya, Sayyid Shafiuddin, ibarat banjir bandang yang akan mengubah wajah dunia serta membalikkan keadaan demi kemenangan kaum beriman.”

 

Sayyid Hasan Nasrullah Mendedikasikan Hidupnya Untuk Melawan Hegemoni Dan Kolonialisme

Perdana Menteri sementara Yaman, Muhammad Muftah, mengatakan, “Kami memperingati kesyahidan Sayyid Nasrullah, salah satu pemimpin terpenting dan tokoh besar kemanusiaan.” Ia menyatakan bahwa Sayyid Nasrullah “mendedikasikan hidupnya bagi perjuangan Palestina dan pilihan perlawanan dalam menghadapi pendudukan serta agenda hegemoni dan kolonialisme.”

“Pembunuhan Sayyid Hasan Nasrullah tidak dianggap sebagai kemenangan bagi musuh setelah 40 tahun perencanaan, pengintaian dan berbagai upaya,” ujar Muftah, seraya menegaskan bahwa “musuh mengira dengan membunuh Sayyid Nasrullah mereka akan mematikan gagasannya, namun mereka gagal.”

Sayyid Nasrullah “menciptakan sebuah prinsip yang tak tergoyahkan ketika ia berkata, ‘Kami tidak pernah kalah; saat menang, kami meraih kemenangan dan saat gugur sebagai syahid, kami pun meraih kemenangan.'” Ia menggambarkan sekolah pemikiran Sayyid Nasrullah sebagai sesuatu yang “legendaris dan luar biasa” serta mengatakan bahwa hal itu “akan terus berlanjut melintasi berbagai generasi.”

Muftah berikrar kepada mendiang pemimpin tersebut dengan mengatakan, “Kami tetap setia pada janji ini dan kami akan terus melangkah di jalan perjuangan tersebut hingga pembebasan Al-Aqsa dan kami dapat menunaikan salat di dalamnya.”

 

Lebanon, Yaman, Iran Dan Irak Memperingati Sayyid Hasan Nasrullah

Dua tahun setelah pembunuhan pemimpin Perlawanan Lebanon, Sayyid Hasan Nasrullah, berbagai acara peringatan digelar di seluruh Lebanon dan kawasan sekitarnya. Para pendukung berkumpul di sekitar makamnya di kawasan pinggiran selatan Beirut sejak pagi hari dengan mengusung semboyan “Kami tetap setia pada janji kami.”

Di Lebanon selatan, kota Deir Qanun an-Nahr menjadi lokasi upacara utama untuk memperingati gugurnya Sayyid Hasan Nasrullah dan Sayyid Hasyim Shafiuddin dengan foto kedua tokoh tersebut menghiasi sepanjang jalan.

Sementara itu, di Baghdad sosok Sayyid Hasan Nasrullah begitu melekat dalam benak masyarakat Irak; para pendukung memandangnya sebagai pemimpin regional yang berani menghadapi “Israel” dan turut membentuk arah politik kawasan yang berlandaskan semangat perlawanan.

Sebuah upacara digelar di gedung pemerintah kota di Teheran, Iran, di mana bendera dan spanduk Hizbullah dikibarkan bersama bendera serta slogan-slogan gerakan Perlawanan. Acara ini menyampaikan pesan mengenai komitmen berkelanjutan Iran untuk mendukung Hizbullah dalam menghadapi pendudukan Israel dan mempertahankan kedaulatan.

Di Sanaa, Yaman, sebuah upacara utama sedang berlangsung untuk memperingati tahun kedua gugurnya sosok yang dijuluki “Syahid Islam dan Kemanusiaan,” Sayyid Hasan Nasrullah. Para peserta mengenang kembali dukungannya yang teguh terhadap Yaman serta solidaritasnya bagi rakyat Yaman selama bertahun-tahun agresi yang dipimpin oleh Arab Saudi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *