Perdana Menteri India Berjanji Untuk Berdiri Bersama Israel

Purna Warta – Perdana Menteri India, Narendra Modi berjanji untuk berdiri bersama Israel dalam yang ia sebut sebagai “melawan terorisme dan pendukungnya” sembari mengakhiri kunjungan dua harinya di Israel yang bertujungan untuk meningkatkan kerjasama dengan Israel  di bidang keamanan dan pertahanan.

Baca juga: Kim Jong Un Berjanji Untuk Meningkatkan Program Senjata Nuklirnya

Dua negara itu mengumumkan bahwa mereka berpotensi mengadakan diskusi mengenai kemungkinan adanya kesepakatan dagang.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan dalam jumpa pers bersama Modi bahwa “hal-hal yang dahulu menghalangi kami kini tak lagi menghalangi kami”.

“Masa depan ada pada mereka yang berinovasi, Israel dan India bertekad dalam berinovasi” tambahnya.

India, sebuah negara bersenjata nuklir dengan ekonomi terkuat keempat di dunia, kini menjadi lebih dekat dengan Israel dibawah kepimpinan Narendra Modi. Kepemimpinan Modi sendiri di India membantu meningkatnya gerakan Hindu Nasionalis di negara yang 14 persen penduduknya beragama Islam.

“Terorisme tidak bisa diterima dalam bentuk apapun” ujar Perdana Menteri India itu. “Kami bahu-membahu dalam melawah terorisme dan para pendukungnya dan kami akan terus melakukannya”

Pernyataan bersama Modi dan Netanyahu tersebut merujuk pada Hamas yang melakukan serangan pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel yang memicu perang Gaza dan juga merujuk pada serangan di Pahalgam, Kashmir India pada 2025.

Baca juga: Tentara Kuba Menembak 4 Orang Yang Berupaya Menyusup Ke Dalam Negeri Menggunakan Speedboat

Dilaporkan juga bahwa mereka akan memajukan kolaborasi di bidang teknologi-teknologi seperti kecerdasan buatan dan keamanan siber.

Diumumkan pula bahwa sekitar 50.000 warga negara India akan mendapatkan visa untuk bekerja di Israel.

India dalam sejarah mendukung berdirinya negara Palestina, namun seringkali menghindari dari mengkritik Israel di forum-forum internasional.

Pada periode kepresidenan Trump yang pertama, India akibat tekanan dari Amerika berhenti mengimpor minyak dari Iran kendati kedua memiliki hubungan historis selama bertahun-tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *