Warga Montenegro Disebut Semakin Menentang Kehadiran Israel

Boycot

AL-Quds, Purna Warta – Sebuah media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa penolakan terhadap kehadiran warga Israel di Montenegro semakin meluas dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas Israel yang tinggal di negara tersebut.

Situs berita berbahasa Ibrani Bohal menyatakan bahwa sikap anti-Israel di kalangan masyarakat Montenegro telah berkembang sedemikian luas sehingga para pemimpin komunitas Israel di negara itu merasa khawatir.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa sekitar 20 wisatawan Israel diserang di salah satu kota wisata Montenegro pada 12 Juli. Insiden itu disebut menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan pemimpin komunitas Israel dan sekitar 1.000 warga Israel yang disebut tinggal di negara tersebut.

Menurut laporan itu, setelah mengetahui kewarganegaraan para wisatawan tersebut, sejumlah warga Montenegro menyerang mereka sambil meneriakkan slogan “Bebaskan Palestina” dan “Persetan dengan Israel”. Mereka disebut terlibat bentrokan dengan para wisatawan serta melemparkan kursi dan meja berbahan logam ke arah mereka.

Media Israel tersebut juga menyoroti tingkat kekerasan dalam insiden itu dan melaporkan bahwa salah seorang warga Israel mengalami luka serius hingga harus dirawat di rumah sakit akibat patah rahang.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, pihak-pihak terkait Israel disebut segera membantu para wisatawan meninggalkan Montenegro.

Media Israel itu juga mengklaim bahwa polisi setempat tidak melakukan intervensi dalam insiden tersebut. Namun, klaim mengenai sikap polisi dan kronologi lengkap kejadian perlu dibedakan dari fakta yang telah diverifikasi secara independen.

Seorang pemimpin komunitas Yahudi di Montenegro, sebagaimana dikutip media Israel, mengatakan bahwa situasi telah berubah sejak 7 Oktober 2023. Menurutnya, demonstrasi dengan slogan “Bebaskan Gaza” telah berlangsung di berbagai kota utama Montenegro, disertai pemberitaan media lokal yang menurutnya bersikap semakin kritis terhadap Israel dan menggambarkan Israel sebagai pihak yang melakukan genosida.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *