Pejabat Keamanan Tinggi Iran: AS Harus Mengubah Perilakunya

distrustful

Tehran, Purna Warta – Pejabat keamanan tinggi Iran mengatakan Tehran tetap tidak percaya kepada Amerika Serikat dan mendesak Washington untuk mengubah perilakunya.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran Mohsen Rezaei menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Darat dan Kepala Pasukan Pertahanan Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, di Tehran pada Senin.

Rezaei mengatakan Iran tetap tidak percaya kepada Amerika Serikat. Washington, tambahnya, harus mengambil langkah-langkah praktis untuk mengimplementasikan ketentuan Nota Kesepahaman (MoU) yang difasilitasi Pakistan yang ditandatangani antara Tehran dan Washington pada bulan Juni.

Ia juga menekankan bahwa Iran mempertahankan kontrol keamanan yang ketat atas Selat Hormuz yang strategis.

Di pihaknya, Munir menyebutkan upaya ekstensif Pakistan terhadap penandatanganan MoU Islamabad.

Kepala staf angkatan darat Pakistan tersebut mengulangi hubungan persaudaraan dan persahabatan antara Iran dan Pakistan dan mengatakan bahwa Islamabad telah bekerja keras untuk meningkatkan keamanan di sepanjang perbatasan antara kedua negara tetangga tersebut.

Tehran dan Washington menandatangani MoU Islamabad yang terdiri dari 14 poin pada 17 Juni. Kesepakatan itu menyerukan penghentian permusuhan, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan negosiasi lebih lanjut menuju kesepakatan final.

Namun, Washington melanggar semua ketentuan kesepahaman tersebut, yang mendorong Iran untuk memberikan tanggapan tegas.

Tehran baru-baru ini mengumumkan penangguhan kewajibannya sendiri berdasarkan kerangka kerja tersebut, dengan menyatakan bahwa Washington telah menghancurkan kesepakatan itu melalui tindakan agresif dan itikad buruknya sendiri.

Diplomasi ulang-alik Munir menyoroti peran kritis Pakistan sebagai mediator yang berupaya menyelamatkan kerangka kerja tersebut dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Lebih awal pada hari Senin, kepala staf angkatan darat Pakistan tersebut mengadakan pertemuan terpisah dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *