Tujuh Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Gaza, Tiga di Antaranya Staf Universitas

korban

Al-Quds, Purna Warta – Serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza yang terkepung telah menewaskan sejumlah warga Palestina. Serangan udara, penembakan artileri, dan tembakan senjata api terus berlangsung meskipun gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober tahun lalu masih berlangsung.

Menurut sumber-sumber universitas, sedikitnya tiga staf administrasi universitas tewas dalam serangan pesawat nirawak Israel di Universitas Islam Gaza, Kota Gaza, ketika para mahasiswa sedang mengikuti perkuliahan.

Serangan terhadap Universitas Islam tersebut juga melukai sejumlah mahasiswa, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Insiden itu mendorong pihak universitas menghentikan sementara kegiatan administrasi dan akademik di kampus Kota Gaza.

Pihak universitas menyatakan bahwa sebuah pesawat nirawak Israel telah menargetkan sekelompok mahasiswa yang berkumpul sesaat sebelum serangan terjadi. Serangan tersebut memicu kepanikan di kalangan mahasiswa dan warga Palestina yang mengungsi di lingkungan kampus setelah rumah-rumah mereka hancur akibat perang Israel di Gaza.

Kementerian Pendidikan Gaza mengecam serangan tersebut dan memperingatkan bahwa sikap diam masyarakat internasional terhadap serangan yang menargetkan mahasiswa dan universitas berisiko mendorong terjadinya kekerasan lebih lanjut.

Kementerian itu menyatakan bahwa sektor pendidikan tinggi Gaza tengah menghadapi “kehancuran total”. Sebanyak 95 persen bangunan milik lembaga pendidikan tinggi dilaporkan mengalami kerusakan selama perang genosida Israel. Kementerian tersebut juga melaporkan bahwa 10 mahasiswa dan tenaga pendidik tewas akibat tembakan Israel dalam enam hari sebelumnya.

Di Kota Gaza, serangan Israel lainnya menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai delapan orang lainnya, termasuk satu korban yang berada dalam kondisi kritis. Informasi tersebut disampaikan oleh Rumah Sakit Hamad, Rumah Sakit Al-Shifa, dan rumah sakit lapangan Amerika yang menerima para korban.

Di Gaza utara, sebuah serangan Israel menargetkan sekelompok warga sipil di sepanjang Jalan Pesisir Al-Rashid, di bagian barat laut wilayah yang terkepung tersebut. Sejumlah warga Palestina dilaporkan terluka, menurut sumber-sumber medis.

Dalam insiden terpisah, seorang warga Palestina dirawat di rumah sakit akibat luka tembak di kaki setelah pasukan Israel melepaskan tembakan di kawasan Al-Faluja, sebelah barat Kamp Pengungsi Jabalia.

Di Gaza selatan, dua bersaudara tewas dalam serangan Israel di Khan Younis, menurut Rumah Sakit Nasser. Sumber medis lainnya melaporkan bahwa dua warga Palestina tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan di Al-Mawasi, sebelah barat kota tersebut. Seorang perempuan juga mengalami luka sedang akibat tembakan Israel di Khan Younis.

Artileri Israel menembaki sejumlah wilayah di sebelah timur dan selatan Khan Younis. Sementara itu, kapal-kapal perang Israel melepaskan tembakan senjata api dan meluncurkan peluru ke arah kawasan pesisir.

Di Gaza tengah, seorang pria Palestina berusia 33 tahun tewas dalam serangan Israel di sebelah timur Deir al-Balah. Rumah Sakit Al-Aqsa, yang menerima jenazah korban, menyatakan bahwa serangan itu terjadi di dekat apa yang disebut sebagai Garis Kuning (Yellow Line), yang memisahkan wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali Israel dari bagian lain wilayah Palestina yang diblokade.

Secara terpisah, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Bassal, melaporkan bahwa empat orang tewas dalam serangan di sejumlah wilayah lain di Gaza pada Minggu. Dua orang tewas akibat serangan udara di Khan Younis, satu orang di Deir al-Balah, dan satu orang lainnya di Gaza utara.

Menjelang fajar, pasukan Israel juga menghancurkan rumah-rumah dan bangunan dalam dua operasi di wilayah yang berada di bawah kendali mereka di kawasan Al-Tuffah, Gaza timur. Menurut sumber-sumber lokal, penghancuran tersebut menyebabkan dua ledakan besar.

Serangan terbaru ini berlangsung meskipun perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah diberlakukan sejak 10 Oktober 2025.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pasukan Israel telah menewaskan 1.551 warga Palestina dan melukai 5.573 orang lainnya sejak gencatan senjata dimulai.

Jumlah korban akibat perang genosida yang lebih luas jauh lebih besar. Sejak Oktober 2023, agresi militer Israel telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 orang lainnya, menurut kementerian tersebut.

Sekitar 90 persen infrastruktur sipil Gaza dilaporkan telah rusak atau hancur.

Serangan terbaru terhadap Universitas Islam Gaza kembali memunculkan kekhawatiran mengenai kehancuran sistem pendidikan di wilayah tersebut. Mahasiswa, tenaga pendidik, dan lembaga akademik terus menanggung kerugian besar akibat perang genosida Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *