Tiga Warga Palestina, Termasuk Seorang Anak, Tewas dalam Serangan Intensif Israel di Gaza

3 anak

Al-Quds, Purna Warta – Jenazah para korban yang tewas akibat serangan udara Israel semalam di Jalur Gaza dibawa menggunakan tandu ke Rumah Sakit Ahli Arab di Kota Gaza, sebelum dimakamkan pada 18 Maret 2025. (AFP)

Sedikitnya tiga warga Palestina, termasuk seorang anak berusia 13 tahun, gugur ketika pasukan pendudukan Israel melanjutkan serangan agresif dan penghancuran di seluruh Jalur Gaza yang terkepung.

Sumber medis dan lokal Palestina mengonfirmasi bahwa para korban terbaru gugur pada Minggu dini hari dalam serangan terpisah di berbagai wilayah Gaza.

Sumber medis di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis melaporkan gugurnya Amir Imad al-Bashiti (13 tahun), yang meninggal akibat luka-luka setelah ditembak pasukan Israel di wilayah Batn al-Samin, selatan kota tersebut.

Dalam serangan terpisah di sebelah timur Khan Yunis, Zaki Muhammad al-Qara (30 tahun) gugur dan satu warga Palestina lainnya terluka setelah pasukan pendudukan melepaskan tembakan di dekat bundaran Bani Suheila.

Sumber lokal juga melaporkan gugurnya Mohammed Ramzi Abu Hasira (39 tahun), yang menjadi target drone quadcopter Israel di dekat persimpangan Saraya di pusat Kota Gaza.

Pusat Informasi Palestina menyebutkan bahwa Abu Hasira mengalami luka tembak di bagian perut.

Sementara itu, pasukan Israel melakukan penghancuran sistematis di beberapa wilayah utara Gaza. Sumber lokal melaporkan ledakan besar ketika bangunan permukiman dan fasilitas sipil dihancurkan di timur Jabaliya dan dekat Tel al-Zaatar.

Militer Israel juga meratakan bangunan di bagian timur kawasan Al-Tuffah, timur Kota Gaza.

Pada saat yang sama, kapal perang Israel menembaki pesisir Kota Gaza sambil menembakkan suar di wilayah tersebut. Pasukan Israel juga melepaskan tembakan berat di utara Beit Lahia, Jalur Gaza bagian utara.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah pelanggaran berkelanjutan terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025.

Pada Sabtu, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa serangan Israel dan pelanggaran gencatan senjata sejak 11 Oktober 2025 telah menewaskan 983 warga Palestina dan melukai 3.122 lainnya.

Total korban jiwa sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023 kini mencapai 72.993 orang, dengan 173.230 lainnya terluka.

Meskipun terdapat gencatan senjata, kampanye militer Israel dilaporkan masih terus berlanjut melalui serangan, penembakan, penghancuran, dan tindakan agresif di berbagai wilayah Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *