Al-Quds, Purna Warta – Jumlah laporan mengenai pelecehan dan kekerasan seksual di militer Israel dilaporkan mengalami peningkatan yang sangat tajam.
Saluran televisi berbahasa Ibrani Kan memberitakan kondisi yang disebutnya serius terkait persoalan pelecehan seksual di institusi militer Israel. Laporan tersebut menyebut jumlah kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang dilaporkan di militer Israel meningkat secara drastis.
Menurut laporan media Israel tersebut, setiap tahun terdapat ratusan hingga ribuan laporan mengenai dugaan pelanggaran atau kekerasan seksual yang diterima oleh unit penasihat urusan gender militer. Data tersebut menunjukkan besarnya persoalan pelecehan seksual yang harus ditangani oleh institusi militer Israel.
Angka yang tersedia dari sumber Israel memang menunjukkan adanya jumlah laporan yang tinggi. Pada Mei 2026, laporan yang disampaikan militer Israel kepada Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset menunjukkan bahwa pada 2025 tercatat 2.420 laporan mengenai pelanggaran seksual dalam konteks yang berkaitan dengan militer. Angka tersebut mencakup berbagai bentuk sexual misconduct, sehingga tidak dapat secara otomatis disamakan dengan jumlah kasus pemerkosaan yang telah terbukti secara hukum.
Data sebelumnya juga menunjukkan tren peningkatan. Menurut angka resmi militer Israel yang diperoleh melalui permintaan informasi publik, pada paruh pertama 2025 terdapat 1.630 pengaduan terkait pelecehan seksual dan kategori terkait. Dari jumlah tersebut, 1.188 atau sekitar 73 persen merupakan laporan mengenai pelecehan seksual yang terjadi di unit-unit militer Israel. Data itu juga mencakup laporan yang terjadi di luar lingkungan militer dan kategori kekerasan dalam hubungan domestik, sehingga keseluruhan angka tersebut tidak boleh disebut sebagai jumlah pemerkosaan di dalam militer.
Kasus individual juga terus muncul. Pada Mei 2026, seorang perwira senior berpangkat kolonel di militer Israel diskors setelah seorang perwira perempuan yang pernah bertugas bersamanya mengajukan pengaduan pelecehan seksual. Polisi Militer Israel kemudian membuka penyelidikan dan menyatakan bahwa hasil penyelidikan akan diteruskan kepada Korps Jaksa Militer untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Militer Israel mengatakan memandang serius dugaan pelecehan seksual dan akan mengambil tindakan untuk memberantas fenomena tersebut.
Persoalan tersebut juga terkait dengan kritik yang lebih luas mengenai kondisi kesejahteraan dan perlindungan personel militer Israel. Laporan tahunan ombudsman militer Israel yang diterbitkan Februari 2026 mencatat 6.621 pengaduan mengenai dugaan penyalahgunaan wewenang, kelalaian, dan ketidakmampuan komandan pada 2025, termasuk 965 pengaduan dari personel militer karier. Laporan tersebut menggambarkan peningkatan tertentu sebagai sesuatu yang “signifikan dan mengkhawatirkan”, meskipun kategori pengaduan ini tidak secara khusus terbatas pada kekerasan seksual.


