Al-Quds, Purna Warta – Media-media Israel melaporkan adanya kunjungan rahasia yang dilakukan oleh Ketua Partai Demokrat Israel, Yair Golan, ke Abu Dhabi, serta penyelenggaraan sejumlah pertemuan politik dengan para pejabat tinggi Uni Emirat Arab selama kunjungan tersebut.
Menurut laporan media Israel Haredim 10 yang berafiliasi dengan kalangan Haredi (Yahudi Ortodoks ultra-konservatif), sejumlah sumber Israel mengungkapkan bahwa Yair Golan melakukan perjalanan secara rahasia ke Abu Dhabi dan mengadakan beberapa pertemuan politik di sana.
Berdasarkan laporan tersebut, Golan berangkat ke Uni Emirat Arab menggunakan pesawat pribadi dengan pengaturan keamanan dan kerahasiaan yang ketat.
Sementara itu, jurnalis politik Channel 13 Israel, Michal Shemesh, melaporkan bahwa biaya perjalanan tersebut ditanggung oleh Partai Demokrat Israel.
Media-media Israel menyebutkan bahwa selama berada di Abu Dhabi, Golan bertemu dengan sejumlah pejabat senior Uni Emirat Arab dan membahas berbagai isu politik. Menurut informasi yang dikutip dari sumber-sumber internal partai, Golan kembali ke wilayah pendudukan pada Jumat pagi setelah menyelesaikan kunjungannya.
Laporan tersebut juga menyatakan bahwa karena Golan bukan anggota Knesset dan tidak memegang jabatan resmi dalam kabinet Israel, ia tidak memiliki kewajiban untuk melaporkan perjalanan tersebut kepada Kementerian Luar Negeri maupun lembaga resmi lainnya.
Ini bukan kali pertama Golan bertemu dengan pejabat tinggi Emirat. Sekitar satu setengah tahun lalu, setelah kembali aktif di dunia politik dan terpilih sebagai ketua Partai Buruh Israel, ia juga melakukan kunjungan ke Uni Emirat Arab dan bertemu dengan Abdullah bin Zayed Al Nahyan. Hingga saat ini, kantor Yair Golan belum memberikan komentar resmi mengenai rincian kunjungan terbaru tersebut.
Pengungkapan perjalanan ini terjadi di tengah laporan mengenai upaya Israel untuk memperluas dan memperjelas hubungan politik serta keamanan dengan Uni Emirat Arab, khususnya di tengah meningkatnya ketegangan regional dan konflik yang sedang berlangsung.
Sebelumnya, sejumlah media Israel juga pernah melaporkan adanya kunjungan Benjamin Netanyahu dan beberapa menteri kabinetnya ke Uni Emirat Arab. Klaim tersebut sempat dibantah oleh pihak Emirat, meskipun beberapa media Israel tetap mempertahankan laporan mereka.


