Al-Quds, Purna Warta – Saluran televisi berbahasa Ibrani i24NEWS melaporkan meningkatnya kritik di kalangan politik dan keamanan Israel terhadap pendekatan Donald Trump dan timnya dalam mengelola perundingan dengan Iran.
Sejumlah sumber Israel mengungkapkan bahwa pertemuan-pertemuan rahasia politik dan militer yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu diwarnai kritik tajam terhadap Trump.
Berdasarkan laporan yang dikutip oleh ISNA, kabinet Israel menghindari kritik langsung terhadap Trump di ruang publik. Namun, dalam diskusi tertutup di Israel, muncul pandangan-pandangan keras mengenai cara Trump menangani isu Iran dan Hizbullah.
Saluran tersebut mengutip sumber-sumber yang mengetahui perkembangan tersebut dan menyebutkan bahwa para pejabat Amerika mengalami kesulitan memahami ideologi pihak yang mereka ajak bernegosiasi. Menurut sumber tersebut, pemerintah Amerika memandang Tehran dan Hizbullah dari sudut pandang pragmatis, yang dinilai tidak mencerminkan sifat doktrin politik dan keagamaan yang memengaruhi pengambilan keputusan mereka.
Seorang sumber mengatakan, “Trump tidak memahami bahasa Syiah,” sebagai sindiran terhadap apa yang disebutnya sebagai ketidakmampuan Trump memahami motivasi intelektual dan ideologis para pengambil keputusan di Iran dan Hizbullah.
Sumber lain menggunakan sebuah metafora untuk menggambarkan cara kerja Presiden Amerika Serikat tersebut dengan mengatakan, “Dia mengoleskan hummus di atas roti tortilla,” yang dimaksudkan untuk menggambarkan kesalahpahamannya terhadap realitas yang sedang dihadapinya.
Kritik-kritik ini muncul di tengah perkembangan cepat di kawasan setelah tercapainya sejumlah pemahaman dan kesepakatan terbaru antara Washington dan Tehran.
Menurut laporan tersebut, terdapat keyakinan yang cukup luas di Israel bahwa Iran berupaya memanfaatkan setiap kesepakatan atau penurunan ketegangan guna memperkuat kemampuan ekonomi dan militernya tanpa memberikan konsesi yang berarti terkait program nuklir maupun pengaruh regionalnya melalui sekutu-sekutunya di kawasan, khususnya Hizbullah.


