Tanda-tanda Kembali Meletusnya Perang di Gaza Meningkat

Al-Quds, Purna Warta – Yoav Zeitun, jurnalis militer harian Israel Yedioth Ahronoth, melaporkan bahwa tanda-tanda kemungkinan kembalinya perang di Gaza dalam beberapa bulan ke depan semakin meningkat.

Baca juga: Rencana Baru Israel untuk Mengepung Kota Al-Quds / Jalan Baru Memperkuat Kontrol atas Sekitar Kota

Menurut laporan Zeitun, situasi ini diperkirakan akan memicu pemanggilan besar-besaran pasukan cadangan Israel, sekaligus membatalkan janji sebelumnya yang menyatakan bahwa pasukan cadangan hanya akan bertugas dua bulan tahun ini.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa militer Israel, tiga bulan setelah berakhirnya perang dengan kesepakatan gencatan senjata, sedang mengambil langkah-langkah operasional untuk mempersiapkan kemungkinan dilanjutkannya konflik dengan Hamas.

Selain itu, Shin Bet memperingatkan bahwa Hamas sedang memulihkan kemampuan militernya, melalui pembuatan rudal dan berbagai jenis senjata, terutama alat peledak, serta penggantian pemimpin yang terluka atau gugur.

Zeitun menambahkan bahwa militer Israel telah menyusun rencana evakuasi warga sipil jika terjadi serangan darat besar-besaran di Gaza tahun ini. Operasi darat ini diperkirakan akan dilakukan secara bertahap, tanpa dibatasi oleh keberadaan tahanan di Gaza, dan akan mengandalkan pasukan reguler Israel. Namun, langkah ini dapat berdampak tidak langsung pada pasukan cadangan, karena mereka kemungkinan akan dipanggil untuk mendukung operasi tersebut.

Situasi ini terjadi di tengah serangkaian perkembangan yang memperparah ketegangan di wilayah pendudukan:

Pelanggaran gencatan senjata di Gaza: Selama 115 hari terakhir, Israel dilaporkan melakukan 1.520 pelanggaran, menewaskan 556 warga Palestina dan melukai 1.500 lainnya.

Krisis kemanusiaan di Gaza: Pembatasan masuknya bantuan, pasokan bahan bakar hanya 14% dari kebutuhan, dan pembatasan listrik menyebabkan rumah sakit dan fasilitas publik beroperasi di bawah kapasitas kritis.

Baca juga: Kekhawatiran Intelijen Lebanon atas Potensi Tindakan Penguasa Baru Suriah terhadap Hizbullah dengan Koordinasi Tel Aviv

Rencana infrastruktur kolonial Israel di Al-Quds: Pembangunan Jalan 45 untuk menghubungkan permukiman ilegal Israel dan memisahkan Al-Quds dari lingkungan Palestina sekitarnya.

Ketegangan Suriah-Lebanon: Kumpulnya militan asing di perbatasan dan pernyataan permusuhan terhadap Hizbullah, diduga dilakukan dengan koordinasi tidak langsung Israel.

Kombinasi semua faktor ini menunjukkan pola penguatan kontrol Israel melalui aksi militer, pembangunan infrastruktur kolonial, dan manipulasi geopolitik di kawasan yang rentan konflik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *