Serangan Israel di Dekat Sekolah PBB di Jabaliya Tewaskan Puluhan Orang

Serangan Israel di Dekat Sekolah PBB di Jabaliya Tewaskan Puluhan Orang

Gaza, Purna Warta Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan sedikitnya 27 orang tewas dalam serangan Israel di dekat sekolah PBB di kamp pengungsi Jabalia. “27 jenazah syahid telah ditemukan dan sejumlah besar lainnya terluka,” kata juru bicara kementerian Ashraf al-Qudra.

Baca Juga : Terus Menggempur Gaza, Bahrain Stop Hubungan Ekonomi dengan Israel

Pemboman tersebut terjadi setelah 43 rabi mengeluarkan dekrit agama kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menyatakan bahwa tindakan tersebut dapat diterima secara agama dan diperbolehkan untuk mengebom rumah sakit Palestina di Jalur Gaza yang terkepung.

Sebuah dokumen yang ditandatangani oleh para rabi menyatakan bahwa tidak ada keberatan agama atau moral untuk menyerang rumah sakit ketika warga sipil diduga digunakan sebagai perisai dan bersembunyi di belakang mereka, berita televisi Channel 14 Israel melaporkan pada hari Kamis (2/11).

Pesan tersebut kini telah disampaikan kepada unit militer, perdana menteri, dan anggota kabinet, tambah laporan itu. Lampu hijau muncul setelah juru bicara militer Israel Daniel Hagari menuduh Hamas menggunakan Rumah Sakit Shifa sebagai tameng dan melakukan serangan dari rumah sakit.

Mengenai kemungkinan Rumah Sakit Shifa menjadi sasaran di Gaza, Hagari menyatakan, “Dalam perang ini, semua opsi ada di meja.”

Di rumah sakit terbesar di Gaza, para dokter al-Shifa dihadapkan dengan gelombang besar korban jiwa, ditambah ribuan warga sipil yang mengungsi yang berlindung di sana. Pada tanggal 18 Oktober, setidaknya 500 warga sipil tewas akibat serangan udara Israel di Rumah Sakit Baptis al-Ahli di Kota Gaza.

Baca Juga : Yaman: Akan Ada Lebih Banyak Operasi Melawan Israel

Setidaknya 9.061 orang telah terbunuh sejak 7 Oktober, termasuk 3.760 anak-anak dan 2.326 wanita, menurut kementerian kesehatan Gaza. Setidaknya 32.000 orang terluka.

Sekitar 2.000 orang masih hilang di Gaza, termasuk 1.100 anak-anak. Sebagian besar dari orang-orang ini diyakini tewas dan terkubur di bawah reruntuhan. “135 staf medis tewas, dan 25 ambulans hancur” sejak dimulainya perang, kata kementerian kesehatan, seraya menambahkan 16 rumah sakit tidak dapat beroperasi di Gaza, dan 32 fasilitas perawatan medis tidak beroperasi.

Kini hari ke 27 sejak Israel melancarkan perangnya di Jalur Gaza. Rezim Israel menggempur wilayah yang terkepung dari darat, laut dan udara ketika pertempuran sedang berlangsung antara kelompok perlawanan dan pasukan Israel.

Sekjen PBB mengecam penggerebekan rezim tersebut. Antonio Guterres mengatakan dia terkejut dengan pembunuhan warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam serangan udara Israel di Jabalia.

Subhi Skaik, direktur Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, mengatakan rumah sakit tersebut, yang terutama merawat pasien kanker, telah menghabiskan bahan bakarnya dan sekarang tidak dapat berfungsi lagi.

Baca Juga : Komunitas Muslim di AS Tekan Biden untuk Gencatan Senjata di Gaza

Menteri Kesehatan Palestina Mai Alkaila membenarkan bahwa rumah sakit tersebut berhenti berfungsi setelah diserang oleh militer Israel. “Rumah Sakit Persahabatan Turki di Gaza telah berhenti berfungsi setelah ditembaki oleh pasukan Israel pada hari Senin dan Selasa, dan karena persediaan bahan bakar habis,” katanya.

Dia mengatakan rumah sakit tersebut adalah satu-satunya fasilitas yang didedikasikan untuk merawat pasien kanker di Jalur Gaza. Dia menyebutkan ancaman serius terhadap kehidupan 70 pasien kanker di rumah sakit tersebut, dengan sekitar 2.000 pasien kanker di Jalur Gaza secara keseluruhan.

“Kompleks Medis Al-Shifa juga akan berhenti beroperasi dalam waktu kurang dari 24 jam karena kehabisan bahan bakar,” tambahnya.

Kementerian Kesehatan Gaza sebelumnya mengeluarkan seruan terakhir yang mendesak untuk meminta bantuan ketika Rumah Sakit al-Shifa dan Rumah Sakit Indonesia menghadapi kekurangan bahan bakar pada Selasa malam. Pernyataan ini menekankan perlunya intervensi mendesak dari komunitas internasional untuk menyelamatkan nyawa mereka yang dirawat di rumah sakit.

Serangan udara Israel di Gaza berulang kali menargetkan rumah sakit, tempat tinggal, masjid, dan gereja. Berdasarkan Konvensi Jenewa, serangan terhadap rumah sakit dilarang keras.

Baca Juga : Raksasa Teknologi Tiongkok Hapus Israel dari Peta Digital Mereka

Pada hari Kamis (2/11), muncul rekaman yang menunjukkan pesawat tempur Israel menjatuhkan bom fosfor putih, yang dilarang secara internasional, di sekolah UNRWA yang terletak di kamp pengungsi al-Shati di Gaza. Bahan kimia tersebut dapat menyebabkan luka bakar parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *