Serangan Brutal terhadap Tahanan Palestina; Kondisi Mereka Semakin Memburuk

Wakhim

Al-Quds, Purna Warta – Kondisi para tahanan Palestina dilaporkan semakin memburuk akibat kekurangan makanan dan fasilitas sanitasi. Di tengah situasi tersebut, Menteri Keamanan Nasional Israel yang berhaluan ekstrem, Itamar Ben-Gvir, dilaporkan melakukan inspeksi mendadak ke Penjara Negev (Ketziot) dan memerintahkan penyitaan pakaian milik para tahanan serta Al-Qur’an yang mereka gunakan.

Menurut kantor berita Al Mayadeen, Kantor Informasi Tahanan Palestina dalam pernyataan pers pada Kamis menyatakan bahwa Ben-Gvir mendatangi Penjara Negev dan memerintahkan agar pakaian para tahanan Palestina disita.

Kantor tersebut juga menyatakan bahwa pengelola Penjara Negev menyita Al-Qur’an milik tahanan Palestina. Di setiap bagian penjara yang terdiri atas sekitar 15 kamar, disebut hanya satu Al-Qur’an yang dibiarkan tersedia. Setelah operasi penyitaan barang-barang milik tahanan yang dilakukan menyusul kunjungan Ben-Gvir, para tahanan disebut hanya memiliki pakaian dalam jumlah yang sangat terbatas.

Pernyataan tersebut menyebut kondisi para tahanan di Penjara Negev terus memburuk. Situasi itu dikaitkan dengan kekurangan makanan dan perlengkapan kebersihan, disertai peningkatan tindakan hukuman dan dugaan pelanggaran hak-hak tahanan. Kantor Informasi Tahanan Palestina menyerukan tindakan segera untuk menghentikan tindakan yang disebutnya membahayakan kehidupan ratusan tahanan.

Kondisi kehidupan di Penjara Negev juga dilaporkan sangat buruk. Kualitas makanan disebut tidak memadai dan belum mengalami perbaikan, sementara perlengkapan sanitasi mengalami kekurangan serius.

Menurut laporan tersebut, waktu yang diberikan kepada para tahanan untuk berada di luar sel setiap hari tidak lebih dari sekitar 45 menit. Dalam waktu yang terbatas itu, mereka disebut harus memenuhi berbagai kebutuhan dasar, termasuk mandi.

Kantor Informasi Tahanan Palestina menyatakan bahwa kebijakan yang diterapkan di Penjara Negev merupakan peningkatan berbahaya dari apa yang disebutnya sebagai kebijakan hukuman kolektif terhadap tahanan Palestina. Lembaga tersebut menyerukan kepada organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan untuk segera mengambil tindakan guna menghentikan dugaan pelanggaran tersebut dan meminta pertanggungjawaban Israel atas perlakuan terhadap para tahanan.

Menurut laporan organisasi-organisasi tahanan Palestina yang dikutip dalam berita tersebut, sekitar 9.500 warga Palestina saat ini berada di penjara Israel, termasuk 94 perempuan dan lebih dari 350 anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *