Ribuan Ton Senjata Masuk ke Israel / Maariv: Militer Israel Masih Mengalami Keausan Parah

Senjata Israel

Al-Quds, Purna Warta – Ribuan ton senjata tiba di Pelabuhan Haifa kemarin, tetapi menurut surat kabar Maariv, proses pembaruan militer pendudukan akan membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Kementerian Pertahanan rezim pendudukan Israel mengumumkan pembongkaran sebuah kapal kargo yang membawa ribuan ton peralatan militer dan persenjataan di Pelabuhan Haifa. Muatan tersebut dikirim ke Palestina yang diduduki dengan tujuan memulihkan persediaan militer rezim tersebut setelah tiga tahun konflik di Gaza, Lebanon, Suriah, dan Tepi Barat.

Menurut Kementerian Pertahanan rezim Israel, muatan tersebut mencakup buldoser D9, kendaraan Hummer dan JLTV, truk Oshkosh, serta berbagai peralatan yang dibutuhkan pasukan darat. Pembelian peralatan tersebut dilakukan melalui delegasi Kementerian Pertahanan Israel di Amerika Serikat.

Namun, surat kabar Maariv melaporkan bahwa kedatangan peralatan baru tersebut belum mampu mengatasi persoalan keausan peralatan militer Israel. Menurut laporan tersebut, berbagai unit militer melaporkan meningkatnya tingkat keausan serta kekurangan suku cadang untuk tank Merkava dan kendaraan lapis baja.

Kekurangan tersebut bahkan mencakup komponen utama seperti mesin tank, yang didatangkan dari Jerman dan sejumlah negara lainnya.

Maariv juga melaporkan bahwa di Sekolah Lapis Baja Angkatan Darat Israel di Shizafon, sekitar sepertiga tank tidak dapat beroperasi akibat kerusakan dan kekurangan suku cadang.

Laporan tersebut muncul ketika militer pendudukan Israel, setelah bertahun-tahun berperang di berbagai front, berupaya memulihkan persediaan persenjataan dan armada lapis bajanya. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi militer Israel bukan semata-mata kekurangan persenjataan baru, tetapi keausan peralatan serta krisis pasokan suku cadang juga telah menjadi tantangan serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *