Propaganda Seksual: Strategi Tel Aviv untuk Mengalihkan Opini Publik dari Kejahatan di Gaza

Tel apip

Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan Al Jazeera, situs Mintpress News merilis sebuah investigasi yang membuktikan bahwa militer rezim Tel Aviv secara sistematis menggunakan metode seksual untuk memutihkan citra mereka dari genosida dan kejahatan perang di Jalur Gaza maupun negara-negara lain di kawasan.

Baca juga: Belgia Berniat Akui Palestina dan Terapkan Sanksi terhadap Rezim Zionis

Artikel tersebut menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah kejadian spontan, melainkan strategi resmi yang didukung kabinet Israel, dengan tujuan mengalihkan opini publik dari pembantaian di Gaza melalui konten menggoda dan provokatif yang menampilkan prajurit wanita Zionis.

Disebutkan pula bahwa di tengah agresi dan serangan berkelanjutan terhadap negara tetangga, rezim Tel Aviv menampilkan konten seksual prajurit wanitanya untuk mengubah emosi publik dari kemarahan terhadap kejahatan perang menjadi daya tarik seksual.

Banyak akun resmi militer Israel di media sosial menggunakan cara ini. Dalam sejumlah unggahan, prajurit wanita Zionis ditampilkan dengan pakaian tidak pantas, pose provokatif, serta narasi yang mendukung kebijakan Israel, untuk meyakinkan audiens atas propaganda tersebut.

Beberapa dari mereka memiliki akun pribadi dengan jutaan pengikut. Salah satu contohnya adalah Natalia Fadeev, yang mencampurkan konten seksual dengan narasi heroik pro-Israel. Ia kerap menyelipkan komentar ofensif terhadap Muslim dan secara tidak langsung menolak tuduhan kejahatan perang. Misalnya, ia pernah menulis: “Kami akan pergi menangkap beberapa Muslim,” atau bahkan menantang pengikutnya dengan pertanyaan: “Lihatlah ke mataku, apakah kau benar-benar berpikir aku bisa melakukan kejahatan perang?”

Media Arus Utama Ikut Menyebarkan

Fenomena ini bahkan merambah ke media arus utama. Sejumlah media diketahui menyertakan foto-foto provokatif prajurit wanita Israel bahkan ketika memberitakan kematian mereka, seolah mengaburkan fakta terkait keterlibatan mereka dalam agresi militer.

Investigasi tersebut menunjukkan bahwa gagasan eksploitasi seksual ini merupakan bagian dari kampanye resmi yang diluncurkan kabinet Israel sejak 2017 untuk memperbaiki citra rezim Zionis di Amerika Serikat.

David Dorfman, penasihat media Konsulat Israel di AS, mengakui alasan di balik kampanye itu: “Laki-laki muda di usia ini tidak memiliki perasaan terhadap Israel, dan kami melihatnya sebagai masalah. Jadi kami mencari ide untuk menarik perhatian mereka.”

Menggaet Selebriti Amerika

Upaya lain yang ditempuh adalah mengundang selebriti Amerika agar berinteraksi dengan prajurit wanita Zionis. Pada 2017, komedian Conan O’Brien berkunjung ke wilayah pendudukan dan menayangkan video dirinya berlatih bersama prajurit wanita Israel. Dua tahun kemudian, aktris sekaligus penyanyi Hailee Steinfeld juga melakukan perjalanan promosi ke wilayah tersebut dengan dukungan finansial kabinet Israel.

“Wisata Seksual” Terselubung

Di bawah hukum Israel, setiap Yahudi berhak mendapat paspor Israel dan bermigrasi ke wilayah pendudukan. Untuk mendorong hal ini, kabinet Netanyahu menggelontorkan program perjalanan gratis ke Palestina pendudukan, masing-masing bernilai ribuan dolar per orang. Sekitar satu juta pemuda telah mengikuti program ini.

Menurut laporan, dalam program tersebut, hubungan seksual antara peserta dengan warga setempat (termasuk prajurit wanita Zionis yang ditugaskan mendampingi mereka) secara terang-terangan didorong. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa program ini meningkatkan kemungkinan dukungan terhadap kebijakan Israel hingga 160 persen. Netanyahu pun berkomitmen mengalokasikan lebih dari 100 juta dolar untuk melanjutkan proyek tersebut.

Baca juga: PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Tewas di Tepi Barat saat Israel Serbu Nablus

Citra Prajurit dalam Aplikasi Kencan

Strategi serupa juga terlihat dalam profil prajurit Zionis di situs dan aplikasi kencan. Sebuah evaluasi menemukan bahwa lebih dari sepertiga profil di aplikasi kencan menampilkan pria dan wanita dengan seragam militer Israel.

Dalam foto-foto itu, mereka tampak tersenyum dengan latar belakang harta jarahan milik warga Palestina atau bangunan yang hancur di Gaza, bahkan ada yang menunjukkan tindakan tidak hormat terhadap masjid dan situs suci Islam.

Efek Bumerang

Meski begitu, laporan menyimpulkan bahwa strategi propaganda seksual ini tidak mampu menahan gelombang kebencian global terhadap rezim Zionis dan kebijakan agresifnya di Palestina, Suriah, Lebanon, serta wilayah lain di kawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *