London, Purna Warta – Perdana Menteri Inggris terpilih, Andy Burnham, mengakui bahwa respons pemerintah Inggris terhadap perang Israel di Jalur Gaza “belum cukup baik” dan berjanji akan mengambil sikap yang lebih tegas terhadap Israel, termasuk mempertimbangkan sanksi tambahan serta pelarangan perdagangan dengan permukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan.
Dalam wawancara dengan The Guardian yang dipublikasikan pada Kamis, mantan Wali Kota Manchester yang diperkirakan akan menggantikan Perdana Menteri Keir Starmer mengatakan banyak pihak menilai pemerintah saat ini tidak menangani konflik Gaza dengan tepat.
“Saya meminta maaf atas hal itu. Respons yang diberikan terlalu sering tidak memadai. Kita harus berbuat lebih baik,” kata Burnham.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah pemerintahan Partai Buruh di bawah Keir Starmer, yang mulai menjabat pada Juli 2024, telah mengambil sejumlah langkah terhadap Israel. Langkah-langkah tersebut mencakup pemberian sanksi kepada beberapa menteri Israel yang dituduh menghasut kekerasan pemukim di Tepi Barat, penghentian perundingan perjanjian perdagangan bebas dengan Israel, serta pengakuan resmi terhadap Negara Palestina.
Namun, para pendukung Palestina menilai kebijakan tersebut masih belum cukup. Sebagian pemilih dilaporkan beralih mendukung Partai Hijau, yang pemimpinnya menuduh Israel melakukan genosida di Gaza.
“Kita harus berbuat lebih banyak untuk memberikan tekanan kepada pemerintah Israel. Memang, kita telah mengambil beberapa langkah penting. Namun, mari kita jujur, Inggris terlalu lambat menyerukan gencatan senjata. Sekarang kita harus memperkuat pendekatan kita,” ujar Burnham.
Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan sanksi tambahan serta mengkaji langkah-langkah untuk melarang perdagangan barang-barang yang berasal dari permukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan.
Menanggapi meningkatnya insiden antisemitisme di Inggris, Burnham menegaskan bahwa tidak ada pertentangan antara menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap antisemitisme dan meminta pertanggungjawaban pemerintah Benjamin Netanyahu.
“Tidak ada kontradiksi antara sikap tanpa toleransi terhadap antisemitisme dan meminta pertanggungjawaban pemerintah Netanyahu. Saya akan selalu mengambil pendekatan yang adil dan seimbang serta membela apa yang benar,” ujarnya.
Burnham diperkirakan akan menggantikan Keir Starmer setelah Starmer mengumumkan pengunduran dirinya pada 22 Juni. Proses pencalonan kepemimpinan Partai Buruh telah dimulai pada Kamis.


