Peringatan Jenderal Purnawirawan Israel: Masa Depan Terlihat Suram

Masa depan gelap

Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan harian Israel Maariv, Brik, Jenderal Purnawirawan Israel menyatakan bahwa ia telah memperingatkan mengenai kerentanan strategis Israel bahkan sebelum peristiwa October 7 Hamas.

Baca juga: Menembus Sistem Pertahanan; Rudal Iran Menjadi Ancaman Serius bagi Israel

“Saya sudah memperingatkan sebelum 7 Oktober, jadi sekarang dengarkanlah,” ujarnya. Ia menilai bahwa Israel mungkin memenangkan sejumlah pertempuran taktis, namun berisiko kalah dalam perang strategis yang lebih luas.

Kelelahan Pasukan Darat dan Ketergantungan pada Kekuatan Udara

Brik mengatakan bahwa pasukan darat Israel saat ini berada dalam kondisi kelelahan akibat tekanan operasi yang berkepanjangan.

Menurutnya, Israel secara strategis tidak siap menghadapi perang multi-front secara bersamaan.

Ia juga menilai bahwa ketergantungan besar terhadap kekuatan udara tidak cukup untuk memenangkan perang.

“Angkatan udara tidak dapat memenangkan perang sendirian,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa kekuatan Hezbollah kini telah pulih dan kembali menjadi tantangan serius bagi Israel.

Hamas Disebut Belum Terkalahkan

Brik juga menyatakan bahwa kelompok Hamas belum benar-benar dikalahkan.

Menurutnya, kelompok tersebut telah kembali ke kekuatan awalnya dan masih mengendalikan wilayah Gaza Strip.

Ia juga menyinggung hubungan Israel dengan Egypt, yang menurutnya tidak lagi seerat sebelumnya.

Brik menilai bahwa perubahan sikap Mesir dapat menjadi risiko strategis bagi Israel di masa depan.

Kritik terhadap Kepemimpinan Politik dan Militer

Brik mengkritik kepemimpinan politik Israel yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu, serta kepemimpinan militer yang dipimpin oleh Eyal Zamir.

Ia menilai para pemimpin tersebut masih mengelola situasi dengan pendekatan lama, sementara ancaman baru telah berkembang dengan cepat.

Baca juga: Kegagalan Kesepakatan Perdamaian Trump di Kaukasus di Tengah Perkembangan Timur Tengah

Menurutnya, Israel saat ini terlalu berfokus pada keberhasilan taktis dalam pertempuran kecil, namun mengabaikan strategi jangka panjang.

Ancaman Perang Multi-Front

Brik memperingatkan bahwa Israel menghadapi kemungkinan konflik serentak dari berbagai arah, termasuk dari:

  • Lebanon
  • Syria
  • Jordan
  • wilayah West Bank
  • serta potensi ancaman internal di dalam Israel.

Ia juga menyebut bahwa ancaman di masa depan bahkan dapat melibatkan negara seperti Turkey dan Egypt.

Dalam skenario terburuk, menurutnya, serangan terkoordinasi oleh Iran, Hezbollah, dan kelompok sekutu mereka dari berbagai perbatasan dapat menempatkan Israel dalam posisi yang sangat sulit.

“Ilusi Keamanan” Menjadi Bahaya

Brik memperingatkan bahwa masyarakat Israel harus menyadari bahwa rasa nyaman yang berlebihan dapat menjadi ancaman bagi kesiapan militer.

Ia mengatakan bahwa ilusi keamanan—seperti keyakinan bahwa kehidupan normal di kota Tel Aviv dapat terus berjalan tanpa gangguan—dapat menghalangi kesiapan menghadapi ancaman nyata.

Menurutnya, Israel harus mengganti sikap percaya diri berlebihan dengan evaluasi realistis terhadap situasi keamanan.

“Jika kita tidak mengganti kesombongan dengan kerendahan hati operasional dan mengganti ilusi dengan penilaian realistis, kita tidak akan mampu bertahan,” katanya.

Kebutuhan Akan “Segitiga Besi” Militer

Sebagai solusi, Brik menekankan pentingnya membangun kembali keseimbangan kekuatan militer Israel melalui apa yang ia sebut sebagai “segitiga besi”, yaitu koordinasi yang kuat antara:

  • angkatan udara
  • angkatan laut
  • dan angkatan darat.

Menurutnya, saat ini Israel terlalu bergantung pada kekuatan udara, yang tanpa dukungan kekuatan darat dan laut tidak mampu memenangkan perang ataupun melindungi perbatasan negara secara efektif.

Ia mengakhiri peringatannya dengan menyatakan bahwa waktu untuk melakukan perubahan semakin sempit.

“Waktu terus berjalan,” ujarnya, “dan kali ini mungkin tidak ada kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *