Perebutan Kekuasaan di Rezim Zionis; Para Kandidat Pemilu Saling Serang

Perang kekuatan

Al-Quds, Purna Warta – Seiring semakin dekatnya waktu pelaksanaan pemilihan umum Knesset, para politikus rezim Zionis semakin terlibat dalam saling serang.

Situs berita berbahasa Ibrani Kipa dalam sebuah laporannya mengungkap perseteruan sengit secara verbal antara pemimpin Partai Shas dan Menteri Keuangan rezim Zionis.

Menurut media tersebut, pemimpin Partai Shas hari ini melancarkan serangan keras terhadap Menteri Keuangan Israel dan menegaskan bahwa Partai Zionisme Religius yang dipimpin Bezalel Smotrich berutang posisi mereka saat ini kepada dukungan Partai Shas dan komunitas Haredi.

Laporan tersebut selanjutnya menyebutkan bahwa Aryeh Deri, ketua Partai Shas, melancarkan serangan keras terhadap Bezalel Smotrich, Menteri Keuangan sekaligus ketua gerakan “Zionisme Religius”.

Menanggapi serangan yang dilancarkan terhadap komunitas Haredi, Deri mengatakan:

“Saya memahami bahwa dia berada di bawah tekanan yang sangat besar karena jumlah suara yang menentangnya, serta tekanan dari partai-partai pesaingnya. Namun, jika bukan karena Partai Shas dan kaum Haredi, dia tidak akan memiliki eksistensi politik. Dia menjadi Menteri Keuangan berkat kami. Partai Shas memperoleh suara dari kalangan yang lebih taat beragama dibandingkan Zionisme Religius. Dari mana sebenarnya serangan Smotrich ini berasal?”

Serangan dan tuduhan tersebut baru-baru ini disampaikan dalam sebuah podcast.

Menurut media berbahasa Ibrani tersebut, sekitar dua bulan lalu, Deri bersama Yitzhak Goldknopf, ketua Partai “Yudaisme Taurat Bersatu” sekaligus anggota Knesset (parlemen), mengunjungi para penolak wajib militer yang ditahan di Penjara Nomor 10.

Smotrich mengecam keras tindakan tersebut dan mengatakan:

“Ketika warga Israel sedang memakamkan jenazah para prajurit dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga-keluarga yang berduka, para anggota Knesset dari kalangan Haredi hidup di dunia yang paralel dan mengunjungi orang-orang yang menolak menjalani wajib militer di penjara militer. Sungguh memalukan! Betapa besarnya ketidakpedulian, keterputusan dari kenyataan, dan sikap acuh tak acuh!”

Seiring semakin dekatnya pemilu, ketegangan antara kedua partai tersebut semakin meningkat. Kedua partai yang mengalami penurunan tajam dalam perolehan suara itu kini berupaya bersaing untuk mendapatkan setiap suara, termasuk suara para prajurit militer Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *