Gaza, Purna Warta – Pasukan pendudukan Israel, Rabu, mengakui telah menderita banyak korban dalam dua penyergapan berturut-turut oleh pejuang perlawanan Palestina di Gaza selatan, termasuk tewasnya seorang perwira dan enam tentara selama operasi di Khan Younis.
Media berbahasa Ibrani menggambarkan insiden tersebut sebagai salah satu yang paling keras yang dihadapi oleh tentara Israel dalam beberapa bulan terakhir.
Mereka melaporkan bahwa unit militer Israel pertama terperangkap dalam penyergapan yang direncanakan dengan baik oleh pejuang perlawanan Palestina.
Pasukan tindak lanjut yang dikirim untuk membantu segera diserang oleh perangkap kedua yang dipasang oleh pejuang yang sama.
Karena sensor militer yang ketat, media Israel menghindari mengungkapkan skala penuh kerugian.
Namun, mereka mengonfirmasi bahwa beberapa tentara pendudukan terbunuh atau terluka, dan beberapa kendaraan militer hancur oleh api.
Militer Israel kemudian mengakui tewasnya tujuh personel, termasuk satu perwira, dalam bentrokan di Gaza selatan.
Pengumuman tersebut menyusul insiden hari Selasa di mana unit teknik tempur dari Batalyon ke-606 menjadi sasaran alat peledak yang menghancurkan kendaraan lapis baja mereka di Khan Younis.
Enam belas tentara tambahan terluka dalam serangan tersebut, menurut pernyataan resmi militer.
Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, sebelumnya mengonfirmasi operasi yang berhasil menargetkan pasukan Israel di wilayah yang sama.
Media Israel menyebut penyergapan tersebut sebagai pukulan telak bagi operasi militer yang sedang berlangsung di Gaza.


