Gaza, Purna Warta – Penindasan dan penyiksaan yang meningkat oleh rezim Israel terhadap tahanan perempuan Palestina di Penjara Damon telah menuai kecaman dari gerakan perlawanan Hamas.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, Hamas menyebut praktik-praktik tersebut sebagai kejahatan perang dan mendesak intervensi internasional segera.
Gerakan tersebut mengutip kesaksian yang menunjukkan bahwa tahanan perempuan dipaksa untuk berbaring telungkup, diborgol di belakang punggung mereka, dan dikenai pemukulan, tendangan, dan bentuk-bentuk penyiksaan lainnya. Mereka juga mengatakan bahwa para tahanan telah ditempatkan di sel isolasi.
Hamas mengatakan praktik-praktik tersebut mencerminkan pengabaian Israel terhadap standar kemanusiaan dan moral, dan menyerukan pertanggungjawaban bagi para pejabat Israel, serta upaya mendesak untuk melindungi para tahanan.
Kelompok tersebut mendesak faksi-faksi Palestina, organisasi hak asasi manusia, dan kelompok masyarakat sipil untuk meningkatkan upaya dalam mendukung para tahanan dan mengadvokasi pembebasan mereka.
Baca juga: Perdana Menteri Inggris Dikesampingkan dari Kampanye Pemilu Karena ‘Citra Beracun’
Sebelumnya, Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina melaporkan bahwa tahanan perempuan di Penjara Damon telah menghadapi penindakan berulang—lebih dari 10 kali dalam sebulan terakhir—yang disertai dengan pemukulan, pelecehan, dan penggunaan gas air mata.
Laporan-laporan tersebut menambah kekhawatiran yang terus diangkat oleh organisasi-organisasi Palestina mengenai kondisi penahanan dan perlakuan terhadap para tahanan.


