Pendudukan Israel Merupakan “Akar Penyebab” Ketidakamanan yang Melanda Asia Barat

Zaid

Tehran, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Iran mengecam tindakan Israel yang terus memicu peperangan di Asia Barat. Ia menyatakan bahwa ketidakamanan di kawasan tersebut bersumber dari kebijakan pendudukan dan perampasan wilayah yang dilakukan oleh rezim Israel.
Abbas Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut pada Sabtu dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Irak Ali Falih Al-Zaidi, di sela-sela Sidang ke-52 Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Baghdad.
“Akar penyebab ketidakamanan di Asia Barat adalah pendudukan dan kebijakan ekspansionis Israel. Terutama selama tiga tahun terakhir, selain melakukan genosida di Palestina, Israel juga melancarkan agresi militer terhadap Lebanon, Suriah, dan Iran, sehingga membahayakan perdamaian dan keamanan di seluruh dunia,” ujar Araghchi.
Ia juga menegaskan komitmen Iran untuk memanfaatkan jalur diplomasi guna mencegah semakin meluasnya ketidakamanan dan eskalasi konflik.
Namun, ia menambahkan bahwa Amerika Serikat berulang kali menghambat upaya diplomatik dengan mengingkari komitmen yang telah dibuat dan menggunakan kekuatan militer. Tindakan tersebut turut merusak keamanan pelayaran komersial internasional.
Iran telah dua kali diserang ketika perundingan mengenai program nuklir damainya sedang berlangsung.
Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan perang ilegal pertama mereka terhadap Iran pada Juni 2025. Perang tersebut berlangsung selama 12 hari. Agresi kedua dimulai pada 28 Februari 2026 dan berakhir pada awal April setelah berlangsung selama 40 hari.
Dalam kedua perang tersebut, perlawanan Iran dan keberhasilan operasi balasannya memaksa pihak-pihak agresor menerima gencatan senjata.
Iran juga terus mempertahankan kendali ketat atas Selat Hormuz sejak hari-hari awal perang kedua yang dipaksakan terhadap negara tersebut, di tengah tindakan provokatif Amerika Serikat di kawasan itu.
Dalam pertemuan tersebut, Araghchi dan Al-Zaidi turut membahas perkembangan regional terkini, termasuk konflik antara Arab Saudi dan Yaman, serta berbagai cara untuk membantu mengakhiri blokade laut terhadap Yaman dan meredakan ketegangan.
Diplomat tertinggi Iran itu lebih lanjut menekankan perlunya memanfaatkan kapasitas Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) secara lebih optimal untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dunia Islam, khususnya persoalan Palestina serta kebijakan ekspansionis dan tindakan Israel yang terus memicu peperangan.
Dengan menyoroti hubungan Iran–Irak yang sangat baik, Araghchi juga menegaskan kembali tekad Teheran untuk semakin memperkuat hubungan dengan Baghdad di seluruh bidang yang menjadi kepentingan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *