Al-Quds, Purna Warta – Pemukim Israel dilaporkan menyerang pekerja pemerintah daerah Palestina yang sedang memasang jaringan listrik di Tepi Barat bagian tengah serta merusak sebuah lahan pertanian di barat laut Kota Nablus. Insiden tersebut merupakan bagian dari rangkaian bentrokan dan aksi kekerasan yang terus terjadi di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Menurut kantor berita resmi Palestina WAFA, yang mengutip sumber-sumber lokal, sekelompok pemukim menyerang para pekerja dari Pemerintah Kota Qabalan ketika mereka sedang memasang saluran listrik di kawasan Ain al-Qasab pada Sabtu. Akibat insiden tersebut, pekerjaan pemasangan jaringan listrik terpaksa dihentikan.
Dalam insiden terpisah di kawasan Al-Masoudieh, barat laut Nablus, pemukim dilaporkan merusak sebuah bangunan pertanian. Ketua Komite Perlindungan Tanah Al-Masoudieh, Diab Haji, mengatakan bahwa fasilitas pertanian tersebut mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Sumber-sumber lokal juga melaporkan bahwa pada Sabtu pagi para pemukim memasuki kawasan Khirbet Masoud, dekat Kota Ya’bad, dan melepaskan ternak mereka ke lahan pertanian milik warga Palestina sehingga menyebabkan kerusakan pada tanaman dan pepohonan.
Insiden serupa juga dilaporkan terjadi di kawasan Al-Khalayel, Desa Al-Mughayyir di sebelah timur Ramallah, ketika ternak milik pemukim merusak tanaman di lahan pertanian milik warga Palestina.
Sehari sebelumnya, enam anggota satu keluarga Palestina dilaporkan mengalami luka-luka setelah diserang oleh pemukim di komunitas Huwara, wilayah Masafer Yatta, selatan Al-Khalil (Hebron). Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, para korban mendapatkan perawatan di lokasi sebelum dibawa ke rumah sakit.
Aktivis anti-permukiman, Osama Makhamreh, menyatakan bahwa keluarga Ibrahim Ismail al-Jabour yang berusia 80 tahun diserang ketika berada di lahan mereka sendiri. Ia juga mengklaim bahwa pasukan Israel memberikan perlindungan kepada para pemukim sebelum menangkap tiga anggota keluarga Al-Jabour.
Komisi Palestina untuk Perlawanan terhadap Kolonisasi dan Tembok menyatakan bahwa selama paruh pertama tahun ini tercatat 3.488 insiden yang melibatkan pemukim Israel di Tepi Barat dan mengakibatkan 17 warga Palestina meninggal dunia.
Menurut data resmi Palestina, sejak Oktober 2023 sedikitnya 1.179 warga Palestina tewas di Tepi Barat, 12.666 orang mengalami luka-luka, dan sekitar 24.000 orang telah ditahan oleh otoritas Israel.


