Gaza, Purna Warta – Dalam serangan udara yang terjadi pada hari Sabtu oleh militer rezim Zionis terhadap rumah Dr. Al-Najjar di Gaza bagian selatan, sembilan anak beliau gugur. Menurut laporan Pars Today, tim penyelamat menemukan jasad anak-anak tersebut yang telah hangus terbakar di bawah reruntuhan bangunan.
Suami Dr. Al-Najjar juga mengalami luka parah dan kini sedang dirawat di unit perawatan intensif Rumah Sakit Nasser.
Sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa Alaa Al-Najjar, seorang dokter spesialis anak, jatuh pingsan karena shock setelah jenazah kesembilan anaknya tiba di Kompleks Medis Nasser. Anak-anaknya dibakar hidup-hidup di rumah mereka di kawasan Qizan Al-Najjar, Khan Yunis selatan, setelah serangan udara oleh tentara penjajah.
Munir Al-Bursh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan: “Inilah kenyataan yang dihadapi tim medis kami di Gaza. Mereka tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga berkabung atas kehilangan keluarga mereka sendiri. Israel tidak hanya menargetkan individu—tetapi memusnahkan seluruh keluarga.”
Pembantaian terhadap anak-anak dokter Palestina ini telah memicu kemarahan luas di media sosial dan di kalangan aktivis hak asasi manusia. Mereka menyatakan bahwa tragedi ini hanyalah bagian dari siklus penderitaan tak berujung di Gaza, di mana puluhan ribu anak-anak dibantai di tengah diamnya dunia internasional dan keterlibatannya secara tidak langsung.


